DWJ Manajement - PORTAL

Soroti Fenomena Judol dan Kripto, Zulhas: Kaya Butuh Proses, Nggak Ada Sulap

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Soroti Fenomena Judol dan Kripto, Zulhas: Kaya Butuh Proses, Nggak Ada Sulap

Kehancuran Finansial Keluarga: Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan, justru habis digunakan untuk bertaruh.

Peningkatan Kriminalitas: Tekanan ekonomi akibat kekalahan judi seringkali mendorong individu melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan modal kembali.

Gangguan Psikologis: Kecanduan judi online menyebabkan stres berat, depresi, hingga gangguan mental lainnya akibat ketidakpastian yang terus-menerus.

Efek Domino Pinjaman Online: Banyak pelaku judi online yang beralih ke pinjol ilegal untuk menutupi kekalahan, yang berujung pada siklus hutang yang tak berujung.

Pemerintah terus berupaya melakukan pemblokiran terhadap situs-situs judi online, namun tantangan di lapangan tetap besar karena sifat platform ini yang sangat dinamis dan terus bermutasi.

Kripto dan Spekulasi: Antara Investasi dan Perjudian

Selain judi online, Zulhas juga menyinggung fenomena aset kripto. Meskipun kripto secara teknis adalah instrumen investasi digital, namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang terjun ke dalamnya bukan dengan dasar analisis yang kuat, melainkan hanya karena dorongan FOMO (*Fear of Missing Out*) atau takut ketinggalan tren.

Bagi mereka yang tidak memahami fundamental teknologi blockchain dan volatilitas pasar, perdagangan kripto bisa terasa sangat mirip dengan berjudi. Fluktuasi harga yang ekstrem dapat memberikan keuntungan besar dalam hitungan menit, namun di saat yang sama bisa menghabiskan seluruh modal dalam sekejap mata.

Zulhas mengingatkan agar masyarakat dapat membedakan antara investasi yang bersifat produktif dengan spekulasi murni yang bersifat destruktif. Investasi yang sehat memerlukan pemahaman risiko, manajemen modal, dan kesabaran—semuanya merupakan bagian dari sebuah proses yang panjang.

Pentingnya Literasi Keuangan dan Fokus pada Ekonomi Riil