Akses Pasar Modal: Dengan peringkat investment grade, pemerintah Indonesia dapat mengakses pasar surat utang internasional dengan biaya bunga (yield) yang lebih kompetitif.
Kepercayaan Investor: Investor institusi besar, seperti dana pensiun dan manajer investasi global, umumnya memiliki mandat untuk hanya berinvestasi pada negara atau perusahaan dengan peringkat minimal tertentu.
Stabilitas Nilai Tukar: Kepercayaan investor terhadap kemampuan bayar negara dapat membantu menstabilkan aliran modal masuk (capital inflow), yang pada gilirannya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Outlook Stabil: Status stable outlook menunjukkan bahwa S&P memprediksi tidak akan ada perubahan peringkat dalam jangka pendek, memberikan kepastian bagi para pemegang obligasi.
Faktor-Faktor Pendukung Pertahanan Peringkat Kredit
Langkah S&P Global Ratings dalam mempertahankan peringkat Indonesia tidak terjadi tanpa alasan. Berbagai indikator ekonomi makro menjadi pertimbangan utama lembaga tersebut. Indonesia dinilai mampu menavigasi kompleksitas ekonomi global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Beberapa faktor utama yang menjadi landasan penilaian S&P antara lain:
1. Disiplin Fiskal yang Terjaga
Pemerintah Indonesia dinilai cukup disiplin dalam mengelola defisit anggaran. Kemampuan untuk menjaga defisit di bawah batas aman yang ditetapkan undang-undang memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan belanja pembangunan tanpa mengorbankan kesehatan fiskal jangka panjang.
2. Pertumbuhan Ekonomi yang Resilien
Meskipun ekonomi global mengalami perlambatan, Indonesia tetap mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid di kisaran 5 persen. Konsumsi domestik yang kuat serta aktivitas ekspor yang tetap terjaga menjadi mesin penggerak utama yang memberikan kepercayaan bagi para analis internasional.