Diplomasi Ekonomi: Keahlian dalam membangun kepercayaan dengan investor internasional dan lembaga donor.
Pemahaman Struktur Utang: Pengalaman mendalam dalam mengelola portofolio utang negara agar tetap berkelanjutan (sustainable).
Fokus pada Inklusivitas: Konsistensi dalam mendorong kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan.
Tantangan Besar: Menggalang Dana di Tengah Ketidakpastian Global
Menjadi Ketua Penggalangan Dana untuk negara miskin bukanlah tugas yang mudah. Saat ini, dunia sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sangat volatil. Geopolitik yang memanas, perubahan iklim yang ekstrem, serta sisa-sisa dampak ekonomi pascapandemi telah menciptakan tekanan besar pada anggaran negara-negara berkembang.
Negara-negara miskin saat ini menghadapi tantangan berlapis. Di satu sisi, mereka membutuhkan dana besar untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dan memperkuat infrastruktur dasar. Di sisi lain, mereka seringkali terjebak dalam jeratan utang yang tinggi, yang membuat ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat terbatas.
Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan bertugas untuk:
Mobilisasi Modal Swasta: Mendorong sektor swasta untuk terlibat lebih aktif dalam pendanaan proyek-proyek pembangunan di negara miskin melalui skema blended finance.
Optimalisasi Bantuan Multilateral: Memastikan aliran dana dari negara-negara maju dapat tersalurkan secara efektif dan transparan kepada negara yang paling membutuhkan.
Inovasi Instrumen Keuangan: Menciptakan instrumen keuangan baru yang dapat memitigasi risiko investasi di negara-negara berpendapatan rendah.