Penurunan Daya Beli Drastis: Nilai uang yang dipegang masyarakat kehilangan fungsinya secara cepat, sehingga tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun bisa habis nilainya dalam sekejap.
Ketidakstabilan Sosial: Lonjakan harga yang ekstrem seringkali menjadi pemicu kerusuhan sosial dan ketidakstabilan politik di berbagai daerah.
Kelangkaan Barang: Karena ketidakpastian harga, banyak distributor enggan menyalurkan barang, yang kemudian memicu kelangkaan di pasar.
Dalam situasi yang mencekam inilah, Franz Seda hadir dengan strategi-strategi fiskal yang disiplin. Ia berupaya menekan pengeluaran pemerintah yang tidak perlu dan memastikan bahwa kebijakan moneter serta fiskal berjalan beriringan untuk meredam laju kenaikan harga.
Strategi Penurunan Inflasi ke Angka 85 Persen
Perjalanan menurunkan inflasi dari 650 persen menuju angka 85 persen bukanlah sebuah proses yang instan. Ini adalah sebuah maraton kebijakan yang membutuhkan konsistensi dan ketegasan. Angka 85 persen, meskipun secara standar ekonomi modern masih dianggap tinggi, pada masa itu merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang menandakan bahwa "pendaratan darurat" ekonomi Indonesia berhasil dilakukan.
Melalui koordinasi yang ketat antara otoritas fiskal dan moneter, serta pengawasan ketat terhadap anggaran negara, Franz Seda dan timnya berhasil menciptakan titik balik. Penurunan ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun-tahun berikutnya, memungkinkan negara untuk kembali membangun kepercayaan investor internasional.
Pesan Mendalam Suahasil untuk Generasi Ekonom Masa Depan
Melalui kenangan akan Franz Seda, Suahasil ingin mengirimkan pesan kuat kepada para praktisi ekonomi, birokrat, dan generasi muda yang tengah meniti karier di sektor publik. Ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi di masa depan mungkin tidak akan sama dengan masa lalu, namun prinsip-prinsip dasar integritas dan ketegasan tidak boleh berubah.
Suahasil menyoroti beberapa poin penting yang bisa dipelajari dari era Franz Seda:
Integritas di Atas Segalanya: Kebijakan ekonomi yang baik harus didasarkan pada data dan kebenaran, bukan pada pesanan politik atau kepentingan jangka pendek.