DWJ Manajement - PORTAL

Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp 272,9 T, ESDM: Karena Nilai Tukar Rupiah

Oleh: DWJ-Manajement 21 Aug 2026
Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp 272,9 T, ESDM: Karena Nilai Tukar Rupiah

Subsidi Energi 2027 Diproyeksikan Bengkak Jadi Rp 272,9 Triliun, ESDM Soroti Tekanan Kurs Rupiah

Kementerian ESDM mengusulkan kenaikan anggaran sebesar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya demi menjaga stabilitas harga energi di masyarakat.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyampaikan usulan anggaran subsidi energi untuk tahun anggaran 2027. Dalam rencana yang diajukan, nilai subsidi energi diproyeksikan akan mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka Rp 272,9 triliun.

Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup tajam, yakni sebesar 20,1 persen jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi sinyal penting bagi pengelolaan fiskal negara, mengingat besarnya beban yang harus ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap komoditas energi.

Lonjakan Anggaran Akibat Fluktuasi Ekonomi Global

Pihak Kementerian ESDM menjelaskan bahwa usulan kenaikan anggaran ini bukanlah tanpa alasan. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam proyeksi tersebut adalah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak langsung pada nilai tukar mata uang domestik.

Kementerian ESDM menekankan bahwa faktor nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) memegang peranan krusial dalam penentuan besaran subsidi. Mengingat sebagian besar komoditas energi, seperti minyak mentah dunia (crude oil) dan gas alam, diperdagangkan menggunakan mata uang Dolar AS, maka setiap pelemahan nilai tukar Rupiah akan secara otomatis meningkatkan biaya pengadaan energi di dalam negeri.

Ketika Rupiah melemah, pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak uang dalam mata uang domestik untuk membeli jumlah energi yang sama di pasar internasional. Selisih harga inilah yang kemudian harus ditutup oleh pemerintah melalui skema subsidi agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Faktor Utama Pemicu Pembengkakan Subsidi

Selain faktor nilai tukar, terdapat beberapa variabel lain yang turut berkontribusi terhadap proyeksi membengkaknya anggaran subsidi energi di tahun 2027 mendatang. Berikut adalah beberapa poin utama yang diidentifikasi oleh para ahli dan otoritas terkait: