DWJ Manajement - PORTAL

Sukses Tekan Cost of Fund, CASA BRI Tembus Rp1.058,6 T

Oleh: DWJ-Manajement 08 Jul 2026
Sukses Tekan Cost of Fund, CASA BRI Tembus Rp1.058,6 T

Efisiensi Operasional: Pengelolaan dana murah yang didorong oleh sistem digital mengurangi biaya administrasi dan transaksi manual.

Dampak Penurunan Cost of Fund terhadap Profitabilitas Perusahaan

Keberhasilan BRI menekan cost of fund memberikan dampak domino yang positif terhadap laporan laba rugi perusahaan. Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, di mana kebijakan moneter seringkali berubah untuk mengendalikan inflasi, kemampuan bank untuk mengelola biaya dana menjadi penentu apakah bank tersebut akan tetap tumbuh atau justru tertekan.

Dengan CoF yang rendah, BRI memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan suku bunga kredit. Hal ini memungkinkan BRI untuk tetap kompetitif dalam menyalurkan kredit, terutama kepada sektor UMKM, tanpa harus mengorbankan margin keuntungan. Kemampuan menjaga margin inilah yang kemudian menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan laba bersih perusahaan setiap tahunnya.

Transformasi Digital sebagai Motor Utama Penggerak Dana Murah

Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana BRI bisa mencapai angka CASA yang begitu masif? Jawabannya terletak pada transformasi digital yang telah dilakukan secara masif dalam beberapa tahun terakhir. BRI tidak lagi hanya mengandalkan jaringan kantor cabang fisik yang luas, tetapi telah berevolusi menjadi bank berbasis digital yang sangat kuat.

Aplikasi BRImo (BRI Mobile) menjadi ujung tombak dalam strategi ini. Melalui BRImo, BRI berhasil menciptakan ekosistem digital yang memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi, mulai dari pembayaran tagihan, top-up e-wallet, hingga investasi. Kemudahan transaksi inilah yang membuat masyarakat semakin nyaman menyimpan dana mereka di rekening BRI, yang secara langsung memperkuat komposisi tabungan dan giro.

Peran Ekosistem Digital dalam Menjangkau Nasabah Mikro

Salah satu keunggulan unik BRI adalah kemampuannya untuk menjangkau segmen mikro dan ultra mikro. Melalui integrasi digital, BRI mampu menyentuh lapisan masyarakat yang sebelumnya belum terjamah layanan perbankan (unbanked). Dengan hadirnya layanan digital yang sederhana namun fungsional, masyarakat di pelosok daerah kini dengan mudah menabung melalui ponsel mereka.

Digitalisasi ini tidak hanya memudahkan nasabah, tetapi juga menciptakan efisiensi luar biasa bagi BRI. Transaksi yang sebelumnya dilakukan secara manual di kantor cabang, kini telah berpindah ke genggaman tangan nasabah. Hal ini mengurangi beban biaya operasional kantor cabang dan memungkinkan bank untuk mengalokasikan sumber dayanya ke arah yang lebih strategis, seperti pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk analisis risiko kredit.