Tingkatkan Konektivitas Maritim, Pemprov Sultra Alokasikan Rp30 Miliar untuk Renovasi Tiga Pelabuhan Feri
Langkah strategis ini bertujuan membangun terminal modern guna menjamin keselamatan, kenyamanan penumpang, serta memperlancar arus logistik antar-pulau di Sulawesi Tenggara.
Akselerasi Infrastruktur Maritim di Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan. Sebagai provinsi yang memiliki karakteristik geografis didominasi oleh wilayah perairan dan gugusan pulau, konektivitas antar-wilayah melalui jalur laut menjadi urat nadi utama bagi pergerakan manusia maupun distribusi barang.
Dalam upaya memperkuat konektivitas tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar yang akan difokuskan untuk melakukan pembenahan signifikan pada tiga pelabuhan feri strategis di wilayahnya. Program renovasi ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan sebuah transformasi menuju penyediaan terminal yang lebih modern, aman, dan representatif bagi masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya volume mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut, terutama melalui kapal feri. Dengan kondisi infrastruktur pelabuhan yang ada saat ini, pemerintah memandang perlu adanya modernisasi fasilitas guna menyelaraskan dengan standar pelayanan transportasi publik yang lebih mumpuni.
Fokus Utama: Terminal Modern dan Standar Keselamatan Tinggi
Salah satu poin krusial dalam proyek senilai Rp30 miliar ini adalah pengadaan terminal modern. Pemprov Sultra menyadari bahwa pelabuhan bukan hanya tempat bersandarnya kapal, melainkan pintu gerbang ekonomi dan titik temu utama bagi ribuan penumpang setiap harinya. Oleh karena itu, desain dan fungsi terminal akan dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Meningkatkan Standar Keselamatan Penumpang
Aspek keselamatan menjadi prioritas paling tinggi dalam rencana renovasi ini. Seringkali, kendala utama di pelabuhan tradisional adalah minimnya fasilitas keselamatan dan pengaturan alur penumpang yang kurang terorganisir. Melalui pembenahan ini, pemerintah menargetkan beberapa peningkatan standar keselamatan, di antaranya:
Perbaikan dermaga untuk memastikan proses bongkar muat kendaraan dan penumpang berlangsung stabil dan aman.