Dukungan Penuh Penanganan: Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi personel, peralatan berat, maupun anggaran darurat, untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.
Keamanan Pekerja dan Masyarakat: Proses pembersihan harus memperhatikan aspek keselamatan kerja (K3) mengingat kondisi geografis yang rawan longsor susulan.
Koordinasi Lintas Sektoral: Memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan sinkron.
“Kami telah menginstruksikan jajaran di NTT untuk segera turun ke lapangan. Prioritas kita adalah memastikan konektivitas jalan kembali normal secepat mungkin agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu lebih lama,” tegas Menteri Dody dalam keterangannya.
Langkah Strategis dan Mobilisasi Alat Berat di Lapangan
Menindaklanjuti instruksi menteri, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di wilayah NTT dilaporkan telah mulai melakukan mobilisasi alat berat ke lokasi-lokasi terdampak. Excavator, bulldozer, dan loader dikerahkan untuk mengupas lapisan tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan.
Proses evakuasi material tidaklah mudah. Petugas di lapangan harus bekerja dengan sangat hati-hati karena adanya potensi longsor susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama jika cuaca di wilayah Flores sedang tidak menentu. Selain pembersihan jalur utama, tim teknis juga melakukan pemantauan terhadap struktur drainase di sekitar jalan untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat memicu longsor baru di masa mendatang.
Selain aspek teknis pembersihan, Kementerian PU juga tengah melakukan asesmen cepat (rapid assessment) terhadap kerusakan infrastruktur lainnya, seperti jembatan atau dinding penahan tanah (retaining wall) yang mungkin ikut rusak akibat guncangan gempa. Hal ini penting dilakukan agar perencanaan perbaikan permanen dapat segera disusun setelah masa tanggap darurat selesai.
Tantangan Geografis dan Mitigasi Jangka Panjang
Wilayah Flores memang dikenal memiliki karakteristik topografi yang berbukit-bukit dengan kemiringan yang cukup tajam. Kondisi geologis ini membuat wilayah tersebut secara alami rentan terhadap bencana tanah longsor, terutama saat dipicu oleh aktivitas tektonik seperti gempa bumi.
Oleh karena itu, Kementerian PU tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga mulai memikirkan langkah mitigasi jangka panjang. Beberapa langkah yang direncanakan antara lain:
Pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT): Memperkuat lereng-lereng jalan di titik-titik rawan dengan konstruksi yang lebih kokoh.