DWJ Manajement - PORTAL

Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%

Oleh: DWJ-Manajement • 07 Sep 2026
Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%

Perkuat Kemandirian Kesehatan, Bio Farma Dorong TKDN Produk Vaksin hingga 71 Persen

Upaya strategis BUMN Life Science dalam memangkas ketergantungan impor bahan baku farmasi demi ketahanan kesehatan nasional.

Di tengah dinamika rantai pasok global yang sering kali tidak menentu, ketahanan kesehatan nasional menjadi prioritas utama bagi Indonesia. Salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan ini adalah ketersediaan produk farmasi dan vaksin yang diproduksi di dalam negeri. Menanggapi tantangan tersebut, PT Bio Farma (Persero) selaku induk Holding BUMN Farmasi, mengambil langkah progresif dengan mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk vaksin mereka hingga mencapai angka 71 persen.

Pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen serius pemerintah dan Bio Farma dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Selama ini, industri farmasi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait tingginya proporsi impor bahan baku aktif obat (API) dan komponen pendukung lainnya. Dengan menaikkan angka TKDN, Bio Farma berupaya menciptakan ekosistem industri kesehatan yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di kancah internasional.

Strategi Bio Farma Pangkas Ketergantungan Impor

Langkah Bio Farma dalam meningkatkan TKDN hingga 71 persen merupakan bagian dari peta jalan strategis perusahaan untuk memperkuat kedaulatan kesehatan. Selama bertahun-tahun, sektor kesehatan Indonesia sangat rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan distribusi logistik antarnegara. Ketika terjadi krisis kesehatan global, negara-negara produsen cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik mereka, yang sering kali berdampak pada terhambatnya pasokan ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Dengan memperkuat komponen lokal, Bio Farma tidak hanya mengamankan ketersediaan produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi industri pendukung di dalam negeri. Peningkatan TKDN ini mendorong tumbuhnya industri manufaktur lokal, mulai dari penyedia bahan kimia dasar, penyedia komponen kemasan, hingga penyedia layanan jasa laboratorium yang mendukung proses produksi.

Pencapaian angka 71 persen ini menunjukkan bahwa integrasi antara riset, pengembangan, dan manufaktur lokal telah berjalan dengan baik. Bio Farma secara konsisten melakukan audit dan kurasi terhadap rantai pasok mereka, memastikan bahwa material yang digunakan memenuhi standar kualitas global namun tetap mengutamakan sumber daya domestik.

Fokus pada Pengembangan Molekul dan Inovasi R&D

Kunci utama di balik peningkatan TKDN yang signifikan ini adalah intensifikasi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Bio Farma tidak lagi hanya berperan sebagai manufaktur yang merakit komponen, tetapi telah bertransformasi menjadi perusahaan Life Science yang fokus pada penemuan dan pengembangan molekul baru.

Pengembangan molekul secara mandiri memungkinkan perusahaan untuk mengontrol seluruh proses produksi dari hulu ke hilir. Hal ini mencakup: