Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam instruksi pengembangan ini meliputi:
Percepatan Konektivitas Pipa: Menghubungkan sumber-sumber gas bumi (gas field) langsung ke pusat-pusat konsumsi, baik itu kawasan industri maupun pemukiman padat penduduk.
Optimalisasi Infrastruktur Eksisting: Meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan pipa yang sudah ada agar dapat melayani lebih banyak pelanggan.
Integrasi Digital dalam Distribusi: Menggunakan teknologi terkini untuk memantau aliran gas dan memastikan keamanan serta akurasi distribusi secara real-time.
Skema Pembiayaan Inovatif: Mengingat pembangunan infrastruktur memerlukan belanja modal (CapEx) yang sangat besar, Pertagas didorong untuk mencari skema pendanaan kreatif, baik melalui kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU) maupun dukungan investasi dari Danantara.
Keunggulan Jaringan Gas Dibandingkan LPG
Transisi dari LPG ke Jargas bukan sekadar perubahan medium energi, melainkan perubahan paradigma efisiensi. Ada beberapa keunggulan kompetitif yang ditawarkan oleh penggunaan gas melalui jaringan pipa dibandingkan dengan LPG konvensional:
Harga yang Lebih Stabil: Karena didistribusikan melalui pipa tanpa melalui rantai logistik tabung yang panjang, biaya operasional menjadi lebih rendah, sehingga harga di tingkat konsumen cenderung lebih stabil dan kompetitif.
Keamanan Lebih Terjamin: Gas yang dialirkan melalui pipa dengan standar keamanan tinggi memiliki risiko kecelakaan yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan tabung gas LPG yang rentan terhadap kebocoran pada unit tabung atau regulator.
Kepraktisan bagi Konsumen: Pengguna Jargas tidak perlu lagi khawatir akan kehabisan gas di tengah aktivitas memasak atau produksi, karena pasokan dialirkan secara kontinu tanpa perlu pemesanan ulang tabung.