Strategi Efisiensi Telkom: Pangkas Anak Usaha dari 68 Jadi 18, Fokus Kejar Pertumbuhan Bisnis Inti
Langkah radikal Telkom Indonesia dalam menyederhanakan struktur organisasi demi mengoptimalkan profitabilitas dan daya saing di era transformasi digital.
JAKARTA - Raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, tengah melakukan langkah besar dalam peta jalan transformasi bisnisnya. Dalam upaya memperkuat posisi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan pelat merah ini secara resmi melakukan restrukturisasi besar-besaran pada struktur anak perusahaannya.
Langkah yang tergolong ekstrem ini melibatkan pengurangan jumlah anak usaha secara signifikan, dari yang sebelumnya berjumlah 68 entitas, kini dipangkas menjadi hanya 18 anak usaha utama. Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons strategis terhadap perubahan lanskap industri digital yang menuntut kelincahan (agility) dan fokus yang lebih tajam pada bisnis inti.
Mengapa Telkom Melakukan Restrukturisasi Besar-Besaran?
Keputusan untuk merampingkan struktur organisasi dari puluhan menjadi belasan anak usaha merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom untuk menciptakan ekosistem yang lebih ramping dan efisien. Selama bertahun-tahun, pertumbuhan Telkom yang agresif menyebabkan terbentuknya banyak unit bisnis yang terkadang memiliki fungsi yang tumpang tindih (overlapping).
Ada beberapa faktor fundamental yang melatarbelakangi langkah efisiensi ini:
1. Menghindari Duplikasi Fungsi dan Biaya Operasional
Dengan jumlah anak usaha yang mencapai 68, Telkom menghadapi tantangan besar dalam hal koordinasi dan pengelolaan biaya. Banyak entitas yang memiliki fungsi serupa, mulai dari aspek administratif, teknologi informasi, hingga manajemen sumber daya manusia. Hal ini menciptakan inefisiensi biaya operasional (OPEX) yang cukup tinggi. Dengan menyatukan atau mengeliminasi anak usaha yang tidak strategis, Telkom dapat mengonsolidasikan sumber daya dan menekan biaya yang tidak perlu.
2. Mempercepat Pengambilan Keputusan
Struktur organisasi yang terlalu gemuk seringkali menjadi hambatan dalam kecepatan pengambilan keputusan. Dalam industri teknologi yang bergerak secepat kilat, keterlambatan dalam merespons perubahan pasar bisa berakibat fatal. Dengan struktur yang lebih ramping (lean organization), rantai komando menjadi lebih pendek, birokrasi berkurang, dan Telkom dapat bergerak lebih lincah dalam mengeksekusi peluang bisnis baru.