Beberapa langkah utama yang diambil dalam optimalisasi aset ini meliputi:
Digitalisasi Manajemen Aset: Menggunakan sistem terintegrasi untuk memantau kondisi dan utilisasi setiap aset secara real-time.
Re-purposing Aset: Mengubah fungsi aset yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan TelkomGroup menjadi ruang yang dapat disewakan kepada pihak ketiga.
Maintenance Excellence: Menjamin standar perawatan yang tinggi agar nilai aset tetap terjaga dan daya saing di pasar properti tetap kuat.
Analisis Data Utilisasi: Memetakan aset mana yang memberikan kontribusi keuntungan terbesar dan mana yang memerlukan strategi revitalisasi.
Memperkuat Sektor B2B (Business-to-Business)
Salah satu fokus utama TelkomProperty dalam peta jalan bisnisnya adalah memperkuat penetrasi di sektor B2B. Jika sebelumnya pengelolaan aset lebih banyak difokuskan untuk memenuhi kebutuhan internal TelkomGroup, kini perusahaan mulai agresif menyasar pasar eksternal.
Peluang B2B ini mencakup penyewaan ruang kantor, pengelolaan fasilitas gedung untuk perusahaan lain, hingga penyediaan infrastruktur pendukung bagi pelaku bisnis di berbagai sektor. Dengan memperluas pangsa pasar ke luar grup, TelkomProperty diharapkan dapat menciptakan aliran pendapatan baru (*new revenue stream*) yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Strategi B2B ini juga memungkinkan TelkomProperty untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih luas, di mana perusahaan tidak hanya berperan sebagai pengelola properti, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi penyewa dalam menyediakan solusi ruang kerja yang modern dan berbasis teknologi.