DWJ Manajement - PORTAL

Tembus 38,6 Derajat Celsius, Ini Daerah Suhu Tertinggi di Indonesia

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jun 2026
Tembus 38,6 Derajat Celsius, Ini Daerah Suhu Tertinggi di Indonesia

Indonesia Memanas! Suhu Tembus 38,6 Derajat Celsius, Simak Daftar Wilayah Paling Terik

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di tanah air, warga diimbau waspada terhadap risiko dehidrasi dan heatstroke akibat lonjakan suhu udara yang signifikan.

Fenomena Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia

Indonesia tengah menghadapi fenomena cuaca panas yang cukup intens dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah wilayah di tanah air melaporkan lonjakan suhu udara yang sangat signifikan, bahkan ada yang mencatatkan angka hingga 38,6 derajat Celsius. Kondisi ini membuat masyarakat merasa suhu udara jauh lebih menyengat dibandingkan hari-hari biasanya.

Peningkatan suhu ini tidak hanya dirasakan di wilayah daratan yang luas, tetapi juga terasa sangat mencekam di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Suhu tinggi ini membawa dampak langsung pada aktivitas harian masyarakat, mulai dari meningkatnya penggunaan pendingin ruangan (AC) hingga gangguan kesehatan yang mulai bermunculan di tengah masyarakat.

Fenomena ini memicu kekhawatiran terkait perubahan pola cuaca di Indonesia. Berdasarkan data meteorologi, lonjakan suhu ini merupakan bagian dari siklus musim kemarau yang diperparah oleh kondisi atmosfer tertentu. Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan perubahan suhu ini, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Penyebab Lonjakan Suhu di Indonesia

Mengapa suhu di Indonesia bisa mencapai angka yang sangat tinggi seperti 38,6 derajat Celsius? Para ahli meteorologi menyebutkan ada beberapa faktor yang saling berkaitan dalam menciptakan kondisi "terpanggang" ini. Berikut adalah beberapa faktor utamanya:

1. Pengaruh Siklus Musim Kemarau

Indonesia saat ini sedang berada dalam periode musim kemarau. Kurangnya curah hujan menyebabkan minimnya tutupan awan. Tanpa awan yang berfungsi sebagai penghalang, radiasi matahari langsung menyentuh permukaan bumi dengan intensitas penuh, yang secara otomatis meningkatkan suhu di permukaan tanah dan udara di sekitarnya.

2. Fenomena El Niño

Meskipun intensitasnya fluktuatif, pengaruh fenomena El Niño seringkali menjadi pemicu utama kemarau panjang dan suhu panas ekstrem di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Fenomena ini menyebabkan pergeseran pola angin dan distribusi uap air, sehingga wilayah Indonesia menjadi lebih kering dan panas.

3. Efek Urban Heat Island (UHI)

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Medan, panas yang dirasakan seringkali lebih ekstrem. Hal ini disebabkan oleh fenomena Urban Heat Island. Beton, aspal, dan bangunan tinggi di perkotaan memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan panas matahari lebih lama dibandingkan area hijau. Akibatnya, panas tetap terperangkap di lingkungan perkotaan bahkan hingga malam hari.