DWJ Manajement - PORTAL

Terafiliasi Haji Isam, JARR Buka Suara Soal Akuisisi BYAN

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
Terafiliasi Haji Isam, JARR Buka Suara Soal Akuisisi BYAN

```html

JARR Akhirnya Buka Suara Terkait Rencana Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama: Tegaskan Tidak Ada Hubungan Kepemilikan

JAKARTA - Gejolak di pasar modal kembali mencuat menyusul rumor mengenai rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Jhonlin Baratama. Menanggapi spekulasi yang berkembang di kalangan investor dan pelaku pasar, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meredam ketidakpastian.

Emiten yang bergerak di sektor agribisnis ini menegaskan bahwa rencana aksi korporasi yang melibatkan Jhonlin Baratama tersebut tidak memiliki hubungan kepemilikan langsung dengan JARR. Lebih lanjut, manajemen JARR juga memastikan bahwa langkah strategis yang dilakukan oleh Jhonlin Baratama tidak akan membawa dampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.

Klarifikasi JARR Terkait Isu Akuisisi BYAN

Langkah Jhonlin Baratama yang dikabarkan tengah membidik saham raksasa batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sempat memicu pertanyaan besar di pasar. Mengingat adanya keterkaitan nama besar di balik grup usaha tersebut, para investor mulai mencari tahu sejauh mana keterlibatan entitas lain dalam grup yang sama, termasuk Jhonlin Agro Raya (JARR).

Dalam keterangan resminya, pihak manajemen JARR menyampaikan bahwa meskipun terdapat keterkaitan nama dalam ekosistem bisnis yang lebih luas, secara struktur kepemilikan saham, JARR tidak memiliki keterlibatan langsung dalam rencana akuisisi tersebut. Hal ini penting untuk dipertegas guna menjaga transparansi informasi kepada publik dan pemegang saham.

Pihak perusahaan menekankan bahwa setiap aksi korporasi yang dilakukan oleh entitas di luar JARR, meskipun berada dalam lingkup afiliasi yang luas, harus dilihat sebagai keputusan mandiri dari entitas yang bersangkutan. Dengan demikian, JARR ingin memastikan bahwa fokus bisnis perusahaan tetap terjaga pada rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

Memastikan Tidak Ada Dampak Material pada Kinerja

Salah satu kekhawatiran utama investor dalam setiap aksi korporasi besar adalah adanya efek domino yang dapat mengganggu stabilitas keuangan emiten terkait. Namun, JARR dengan tegas menyatakan bahwa rencana akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama tidak akan memberikan dampak material terhadap laporan keuangan perusahaan.

Dampak material dalam konteks ini merujuk pada perubahan signifikan yang dapat memengaruhi keputusan ekonomi investor, seperti perubahan arus kas, beban utang, atau profitabilitas perusahaan. JARR mengonfirmasi bahwa: