DWJ Manajement - PORTAL

Terbongkar! Bos Startup Ini Akali Harga Saham Demi Cuan Besar

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Terbongkar! Bos Startup Ini Akali Harga Saham Demi Cuan Besar

Terbongkar! Bos Startup Linqto Didakwa Manipulasi Harga Saham Lewat Taktik Kelangkaan Palsu

Dunia investasi startup kembali diguncang oleh skandal besar yang melibatkan praktik manipulasi pasar. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada William Sarris, pendiri Linqto, sebuah platform yang menjanjikan akses bagi investor ritel untuk membeli saham perusahaan sebelum melantai di bursa (pre-IPO). Sarris kini harus berhadapan dengan hukum setelah jaksa Amerika Serikat mengajukan dakwaan penipuan yang serius terhadap dirinya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah serangkaian investigasi mendalam mengungkap adanya praktik licik yang dilakukan untuk memanipulasi persepsi pasar. Sarris diduga kuat telah melakukan penipuan dengan menciptakan kesan bahwa stok saham yang tersedia sangat terbatas, padahal kenyataannya tidak demikian. Taktik ini dilakukan demi mendongkrak harga saham secara artifisial dan meraup keuntungan pribadi yang sangat besar dari jerih payah para investor.

Modus Operandi: Manipulasi Lewat "Kelangkaan Buatan"

Inti dari dakwaan terhadap William Sarris terletak pada strategi yang dikenal sebagai artificial scarcity atau kelangkaan buatan. Dalam dunia ekonomi, hukum permintaan dan penawaran adalah fondasi utama penentuan harga. Ketika barang sedikit namun peminat banyak, harga akan melonjak. Sarris diduga memanfaatkan celah psikologis ini dengan sangat agresif.

Berdasarkan laporan investigasi, Sarris dituduh memberikan informasi yang menyesatkan kepada para investor mengenai jumlah lembar saham yang tersedia di platform Linqto. Dengan memberikan kesan bahwa peluang memiliki saham perusahaan teknologi papan atas sangat kecil dan akan segera habis, ia berhasil memicu kepanikan beli (FOMO - Fear of Missing Out) di kalangan investor.

Berikut adalah beberapa poin utama bagaimana manipulasi tersebut diduga dijalankan:

Penyampaian Informasi Palsu: Memberikan pernyataan bahwa pasokan saham sangat terbatas untuk menciptakan tekanan beli yang mendesak.

Pengaturan Harga Artifisial: Dengan permintaan yang melonjak akibat rasa takut kehilangan momentum, harga saham terdorong naik jauh di atas nilai fundamentalnya.

Pemanfaatan Akses Eksklusif: Menggunakan narasi "akses eksklusif" yang sebenarnya direkayasa untuk membuat investor merasa beruntung bisa masuk ke dalam transaksi tersebut.