DWJ Manajement - PORTAL

Terdampak Abu Vulkanik, ASN Boleh Kerja dari Rumah?

Oleh: DWJ-Manajement 07 Sep 2026
Terdampak Abu Vulkanik, ASN Boleh Kerja dari Rumah?

Ketersediaan Infrastruktur Digital: Kemampuan instansi dalam menjalankan fungsi pelayanan melalui platform digital agar kinerja tetap terjaga meski tidak berada di kantor.

Mengapa WFH Menjadi Solusi Strategis Saat Bencana?

Penerapan pola kerja fleksibel saat terjadi erupsi gunung berapi bukan sekadar upaya untuk memberikan kenyamanan bagi pegawai, melainkan sebuah langkah mitigasi risiko yang terukur. Abu vulkanik memiliki karakteristik partikel yang sangat kecil dan tajam, yang jika terhirup dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada sistem pernapasan.

Selain faktor kesehatan, gangguan pada infrastruktur juga menjadi alasan kuat. Abu vulkanik yang menumpuk di jalan raya dapat menyebabkan jalan menjadi licin dan mengurangi jarak pandang secara signifikan, yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pegawai yang harus menempuh perjalanan menuju kantor. Dengan kebijakan WFH, risiko-risiko tersebut dapat ditekan serendah mungkin.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa kebijakan WFH bukan berarti memberikan hari libur bagi ASN. Prinsip utama dari penyesuaian pola kerja ini adalah tetap menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Transformasi digital yang selama ini digalakkan pemerintah menjadi kunci utama agar pelayanan tetap berjalan meskipun ASN tidak hadir secara fisik di kantor.

Tantangan Pelayanan Publik di Tengah Kondisi Darurat

Meskipun fleksibilitas diberikan, tantangan besar tetap membayangi instansi pemerintah. Salah satu tantangan utama adalah memastikan bahwa layanan publik yang bersifat krusial—seperti pelayanan kesehatan, keamanan, dan penanganan bencana—tetap berjalan tanpa hambatan. Oleh karena itu, pembagian tugas harus diatur secara cermat antara pegawai yang harus tetap berada di lapangan (on-site) dan pegawai yang dapat bekerja secara remote.

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diperhatikan instansi dalam menjalankan pola kerja fleksibel saat bencana:

Penyusunan Jadwal Piket: Menentukan personel kunci yang wajib hadir secara fisik untuk menangani urusan mendesak dan darurat.

Optimalisasi Teknologi Informasi: Memastikan seluruh aplikasi pelayanan publik dan sistem komunikasi internal dapat diakses dengan lancar dari lokasi mana pun.