Pemrograman Dasar (Basic Coding): Paradoks muncul di sini. Sementara kebutuhan akan pengembang perangkat lunak tetap tinggi, jurusan yang hanya mengajarkan sintaksis dasar mulai ditinggalkan karena AI kini mampu menulis kode program sederhana secara instan.
Manajemen Data Rutin: Penginputan dan pengelolaan data manual yang menjadi fokus utama jurusan administrasi bisnis tertentu kini telah beralih ke sistem manajemen basis data otomatis.
Beberapa Bidang Desain Grafis Dasar: Dengan munculnya alat AI generatif seperti Midjourney atau DALL-E, kebutuhan akan desainer yang hanya mengandalkan keterampilan teknis manipulasi gambar dasar mulai menurun.
Mengapa Jurusan-Jurusan Ini Terancam?
Alasan fundamentalnya adalah efisiensi. Dalam dunia industri, perusahaan tidak lagi mencari individu yang bisa melakukan pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh algoritma. AI tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih murah dan memiliki tingkat kesalahan yang semakin mengecil dalam tugas-tugas berbasis pola. Jika sebuah jurusan hanya mengajarkan cara menjalankan prosedur yang polanya sudah bisa dibaca oleh mesin, maka nilai ekonomi dari lulusan tersebut akan merosot tajam di pasar kerja.
Era Baru: Munculnya Jurusan Masa Depan
Penghapusan jurusan lama bukan berarti universitas di China menutup diri, melainkan sedang melakukan "rebranding" dan penguatan pada sektor-sektor strategis. Pemerintah China sedang mendorong apa yang mereka sebut sebagai "Kekuatan Produktif Berkualitas Baru" (New Quality Productive Forces). Hal ini diimplementasikan melalui pembukaan jurusan-jurusan baru yang berfokus pada teknologi tingkat tinggi.
Kampus-kampus kini berlomba-lomba membuka program studi yang menyatukan kecerdasan manusia dengan kemampuan mesin. Beberapa bidang baru yang kini menjadi primadona antara lain:
Teknik Robotika dan Otomasi: Bukan sekadar memperbaiki mesin, tetapi merancang sistem robotik yang mampu belajar dan berinteraksi dengan manusia.
Rekayasa Prompt (Prompt Engineering) dan Interaksi Manusia-AI: Bidang baru yang mempelajari cara mengarahkan AI untuk menghasilkan output yang optimal dan etis.
Sains Data dan Analitik Prediktif: Fokus pada pengolahan data besar (big data) untuk pengambilan keputusan strategis, bukan sekadar penginputan data.