Salah satu temuan paling menarik dalam laporan Bank Indonesia kali ini adalah peran wisatawan mancanegara dalam menggerakkan roda ekonomi digital Indonesia. Tercatat, penggunaan QRIS oleh turis asing telah mencapai angka yang sangat impresif, yakni sebesar Rp 43 triliun.
Hal ini merupakan dampak langsung dari keberhasilan implementasi Cross-Border QRIS atau QRIS antarnegara. Dengan fitur ini, turis asing yang berkunjung ke Indonesia tidak lagi perlu repot menukarkan uang tunai dalam jumlah besar ke money changer atau khawatir dengan fluktuasi nilai tukar yang rumit. Mereka cukup menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah ada di negara asal mereka untuk memindai kode QRIS di merchant-merchant Indonesia.
Kemudahan Cross-Border Payment bagi Wisatawan
Integrasi sistem pembayaran lintas negara ini memberikan kenyamanan luar biasa bagi wisatawan. Beberapa manfaat utama yang dirasakan oleh turis asing meliputi:
Konversi Nilai Tukar Real-Time: Wisatawan mendapatkan nilai tukar yang kompetitif secara langsung saat melakukan pemindaian, sehingga lebih transparan.
Pengurangan Ketergantungan pada Uang Tunai: Mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau kesulitan mencari kembalian saat berbelanja di lokasi wisata.
Pengalaman Belanja yang Mulus: Proses pembayaran yang cepat memungkinkan wisatawan untuk berbelanja lebih banyak tanpa hambatan teknis.
Lonjakan transaksi senilai Rp 43 triliun dari turis asing ini juga memberikan dampak domino bagi devisa negara. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia kini semakin siap bersaing secara global dengan infrastruktur pembayaran digital yang modern dan canggih.
Dampak Signifikan bagi Sektor UMKM
Di balik angka-angka triliunan rupiah tersebut, terdapat pahlawan ekonomi yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ini, yaitu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan merchant UMKM terhadap penggunaan QRIS menjadi faktor penentu utama mengapa angka pertumbuhan bisa mencapai 111,94 persen.
Bagi pelaku UMKM, digitalisasi melalui QRIS bukan hanya soal cara menerima uang, melainkan tentang membangun kredibilitas dan rekam jejak digital. Dengan setiap transaksi yang tercatat secara otomatis dalam sistem, pelaku usaha kini memiliki data keuangan yang valid.
Digitalisasi sebagai Jembatan Inklusi Keuangan
Data transaksi digital yang dihasilkan dari penggunaan QRIS menjadi aset berharga bagi UMKM dalam mengakses layanan keuangan formal. Berikut adalah beberapa dampak positifnya: