Mengawasi arus keluar-masuk komoditas untuk kebutuhan domestik (DMO).
Menghitung potensi penerimaan negara dari royalti dan pajak secara lebih akurat.
Mencegah praktik ilegal atau penyelundupan komoditas strategis.
3. Stabilitas Pasokan Dalam Negeri
Komoditas seperti sawit dan mineral tertentu memiliki peran vital dalam industri hilir dalam negeri. Dengan mekanisme bursa, pemerintah dapat lebih mudah melakukan intervensi jika terjadi ketidakseimbangan pasokan. Misalnya, jika stok nikel untuk industri baterai dalam negeri menipis, mekanisme bursa dapat membantu mengarahkan aliran komoditas agar tetap memenuhi kebutuhan strategis nasional sebelum dialokasikan untuk ekspor.
Daftar Komoditas yang Menjadi Target Utama
Meskipun istilah "komoditas strategis" mencakup spektrum yang luas, terdapat beberapa sektor utama yang diprediksi akan menjadi penggerak utama dalam bursa ini. Berdasarkan arah kebijakan ekonomi nasional, berikut adalah daftar komoditas yang diprioritaskan:
Sektor Pertambangan Mineral: Nikel, Batu Bara, Tembaga, Bauksit, dan Timah.
Sektor Perkebunan: Kelapa Sawit (CPO) dan turunan produknya.
Sektor Energi Lainnya: Potensi pengembangan untuk komoditas energi terbarukan di masa depan.
Fokus pada komoditas tersebut didasarkan pada kontribusi mereka yang sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan neraca perdagangan Indonesia. Dengan mengontrol perdagangan komoditas ini melalui bursa, Indonesia secara tidak langsung sedang memperkuat kedaulatan ekonominya di mata dunia.