DWJ Manajement - PORTAL

Trump Mau Pecat Bos The Fed Lisa Cook

Oleh: DWJ-Manajement 08 Aug 2026
Trump Mau Pecat Bos The Fed Lisa Cook

Upaya Merebut Kendali Moneter: Langkah ini dilihat sebagai bagian dari strategi besar Trump untuk memastikan bahwa otoritas moneter berada di bawah kendali langsung kebijakan pemerintah.

Tantangan Hukum dan Konstitusional: Bisakah Presiden Memecat Gubernur The Fed?

Secara hukum, memecat seorang Gubernur Federal Reserve tidaklah semudah memecat menteri atau pejabat eksekutif lainnya. Berdasarkan Undang-Undang Federal Reserve (Federal Reserve Act), anggota dewan gubernur hanya dapat diberhentikan oleh Presiden atas "alasan yang sah" (for cause). Istilah "alasan yang sah" ini secara hukum biasanya merujuk pada ketidakmampuan menjalankan tugas, pelanggaran hukum, atau malapraktik, dan bukan karena perbedaan pandangan kebijakan ekonomi.

Jika Trump mencoba memecat Lisa Cook hanya karena ketidaksepakatan mengenai suku bunga, langkah ini hampir dipastikan akan berakhir di meja hijau. Gugatan hukum dari Cook atau pihak The Fed akan menguji batas-batas kekuasaan eksekutif di Amerika Serikat. Para ahli hukum tata negara memperingatkan bahwa jika Presiden dapat dengan mudah memecat bank sentral karena alasan kebijakan, maka independensi bank sentral akan runtuh sepenuhnya.

Kekhawatiran utama adalah munculnya fenomena "politisasi suku bunga". Jika The Fed tunduk pada keinginan Presiden, maka keputusan mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak lagi didasarkan pada data ekonomi yang objektif, melainkan pada siklus pemilu. Hal ini dapat menyebabkan inflasi yang tak terkendali di masa depan, karena keputusan jangka pendek untuk memacu pertumbuhan akan mengorbankan stabilitas jangka panjang.

Dampak Terhadap Pasar Keuangan Global

Pasar keuangan sangat membenci ketidakpastian. Rencana Trump untuk melakukan intervensi terhadap struktur kepemimpinan The Fed telah mengirimkan gelombang kegelisahan ke seluruh bursa saham dunia. Investor sangat bergantung pada prediktabilitas kebijakan moneter untuk melakukan perencanaan investasi jangka panjang.

Berikut adalah beberapa potensi dampak yang diperkirakan oleh para analis pasar:

Volatilitas Nilai Tukar Dolar AS: Ketidakpastian mengenai kepemimpinan The Fed dapat menyebabkan fluktuasi ekstrem pada nilai tukar Dollar terhadap mata uang utama lainnya seperti Euro, Yen, dan bahkan Rupiah.

Lonjakan Yield Obligasi: Ketidakpercayaan investor terhadap stabilitas jangka panjang ekonomi AS dapat menyebabkan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah, yang akan meningkatkan biaya pinjaman secara global.