DWJ Manajement - PORTAL

Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Jadi EBT

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Jadi EBT

Langkah akselerasi yang dilakukan PGE mencakup berbagai aspek, mulai dari hulu hingga ke hilir. Pengembangan tidak hanya terpaku pada produksi listrik, tetapi juga mulai melirik potensi pemanfaatan langsung (direct use) dari panas bumi untuk kebutuhan industri, seperti pengeringan hasil pertanian atau pemanfaatan panas untuk proses manufaktur. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan pelaku industri.

Dalam menjalankan misinya, PGE menghadapi berbagai kompleksitas teknis dan finansial. Namun, dengan dukungan infrastruktur yang kuat dari grup Pertamina dan komitmen pemerintah, PGE terus berupaya menurunkan biaya produksi agar harga energi geotermal dapat bersaing dengan energi fosil. Efisiensi biaya melalui inovasi teknologi menjadi kunci utama agar energi bersih ini dapat diakses secara luas dan ekonomis.

Keunggulan Strategis Panas Bumi sebagai Energi Masa Depan

Mengapa panas bumi menjadi prioritas utama dalam agenda EBT Indonesia? Berikut adalah beberapa alasan fundamental yang mendasari strategi percepatan ini:

Keandalan Tinggi (Reliability): Berbeda dengan tenaga surya yang bergantung pada sinar matahari atau angin yang bergantung pada kecepatan angin, panas bumi menyediakan pasokan energi yang stabil secara kontinu (baseload), sehingga sangat ideal untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Ramah Lingkungan: Emisi karbon yang dihasilkan dari pembangkit panas bumi jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit listrik berbasis batu bara atau gas alam, menjadikannya solusi nyata dalam menekan laju pemanasan global.

Ketahanan Energi Nasional: Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil, yang pada akhirnya akan memperkuat kedaulatan energi nasional.

Pemanfaatan Lahan yang Efisien: Secara umum, pembangkit listrik tenaga panas bumi memerlukan luas lahan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga surya atau angin untuk menghasilkan kapasitas daya yang sama.