Hal ini membuat ketergantungan terhadap likuiditas lokal menjadi sangat tinggi. Jika terjadi guncangan ekonomi domestik, pasar tidak memiliki "bantalan" dari arus modal asing yang biasanya masuk ke pasar yang terintegrasi.
Dampak Negatif Jika Indonesia Menjadi Standalone Market
Jika skenario ini benar-benar terjadi, terdapat sejumlah risiko signifikan yang harus diwaspadai oleh pemerintah dan pelaku pasar:
Penurunan Likuiditas: Pasar modal akan kesulitan mendapatkan aliran dana segar, sehingga transaksi menjadi lesu.
Daya Tarik Investasi Melemah: Investor asing cenderung menghindari pasar yang terisolasi karena risiko akses dan likuiditas yang tinggi.
Volatilitas Tinggi: Tanpa arus modal global yang stabil, harga aset domestik akan sangat rentan terhadap fluktuasi tajam.