DWJ Manajement - PORTAL

Video: Bank Jakarta dan BanK Jatim Soal Peran BPD Jadi Community Bank

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Video: Bank Jakarta dan BanK Jatim Soal Peran BPD Jadi Community Bank

```html

Transformasi BPD Menjadi Community Bank: Strategi Bank Jakarta dan Bank Jatim Perkuat Ekonomi Lokal

OJK dorong penguatan peran Bank Pembangunan Daerah untuk fokus pada pemberdayaan UMKM dan inklusi keuangan di daerah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia untuk melakukan transformasi peran. Bukan sekadar menjadi penyalur dana pemerintah daerah, OJK menginginkan BPD berevolusi menjadi community bank atau bank komunitas yang memiliki kedekatan emosional dan operasional dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat fundamental ekonomi di level akar rumput. Dengan menjadi community bank, BPD diharapkan mampu mengisi celah yang belum terjangkau secara maksimal oleh bank-bank nasional berskala besar, terutama dalam hal penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembiayaan proyek-proyek strategis di daerah.

Menanggapi arahan tersebut, dua pemain utama perbankan daerah, yakni Bank Jakarta dan Bank Jatim, mulai menyuarakan kesiapan serta langkah strategis mereka. Kedua bank ini memandang bahwa konsep community bank adalah kunci agar BPD tetap relevan dan kompetitif di tengah gempuran digitalisasi perbankan.

Mengenal Konsep Community Bank: Lebih dari Sekadar Perbankan Tradisional

Secara fundamental, konsep community bank menekankan pada spesialisasi layanan yang berbasis pada karakteristik ekonomi wilayah tertentu. Berbeda dengan bank umum nasional yang cenderung menggunakan pendekatan one-size-fits-all, community bank harus mampu memahami pola arus kas pedagang pasar, kebutuhan petani, hingga dinamika pengusaha lokal di daerahnya.

Ada beberapa pilar utama yang menjadi landasan transformasi BPD menuju community bank, di antaranya:

Kedekatan Lokal (Local Knowledge): Memahami profil risiko debitur berdasarkan pemahaman mendalam terhadap ekosistem ekonomi lokal.

Fokus pada UMKM: Menjadikan sektor UMKM sebagai tulang punggung penyaluran kredit guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Inklusi Keuangan: Menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini unbanked atau belum tersentuh layanan perbankan formal.

Personalisasi Layanan: Memberikan solusi keuangan yang spesifik sesuai dengan siklus bisnis masyarakat di daerah tersebut.