DWJ Manajement - PORTAL

Video: BEI Siap Turunkan Batas Terendah Harga Saham Jadi Rp1

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Video: BEI Siap Turunkan Batas Terendah Harga Saham Jadi Rp1

Dampak Terhadap Psikologi Investor

Perubahan regulasi ini dipastikan akan mengubah psikologi pasar. Selama ini, investor cenderung menghindari saham yang sudah menyentuh angka Rp50 karena dianggap sebagai "titik mati". Ada ketakutan bahwa jika saham sudah di level gocap, maka tidak ada lagi ruang untuk turun, namun juga sangat sulit untuk naik kembali karena keterbatasan mekanisme perdagangan.

Dengan adanya batas Rp1, sentimen "takut nyangkut di gocap" akan berganti menjadi pengelolaan risiko yang lebih teknis. Investor tidak lagi melihat angka Rp50 sebagai akhir dari sebuah saham, melainkan hanya sebagai salah satu level harga dalam rentang perdagangan yang lebih luas.

Tantangan dan Risiko di Balik Aturan Baru

Meskipun rencana ini membawa angin segar bagi likuiditas, BEI juga harus menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang menyertainya. Menurunkan batas harga ke angka yang sangat rendah tentu membuka celah bagi munculnya perilaku pasar yang tidak sehat jika tidak diawasi dengan ketat.

Salah satu risiko utama adalah meningkatnya volatilitas yang ekstrem. Saham dengan harga Rp1 hingga Rp10 akan sangat mudah mengalami fluktuasi persentase yang besar hanya dengan sedikit transaksi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan praktik manipulasi pasar atau "pom-pom" saham.

Beberapa poin risiko yang perlu diwaspadai meliputi:

Risiko Manipulasi Harga: Saham dengan harga sangat murah lebih rentan terhadap aksi gorengan atau manipulasi harga oleh kelompok tertentu.

Volatilitas Tinggi: Pergerakan harga dari Rp1 ke Rp2 secara persentase adalah kenaikan 100%, yang dapat memicu kepanikan atau euforia berlebihan di kalangan investor ritel.

Kualitas Emiten: Ada risiko investor terjebak pada saham-saham "sampah" (junk stocks) yang harganya rendah bukan karena strategi investasi, melainkan karena kondisi fundamental perusahaan yang memang sedang hancur.

Peran Pengawasan BEI dan OJK