DWJ Manajement - PORTAL

Video: BRI Buyback Saham Rp500 Miliar, Hery Gunardi Ungkap Alasannya

Oleh: DWJ-Manajement 03 Jul 2026
Video: BRI Buyback Saham Rp500 Miliar, Hery Gunardi Ungkap Alasannya

Dampak Strategis bagi Pemegang Saham dan Investor

Bagi para investor, baik institusi maupun ritel, pengumuman buyback oleh BRI ini tentu memberikan dampak psikologis dan fundamental yang signifikan. Secara psikologis, langkah ini dapat memberikan "bantalan" atau dukungan harga terhadap saham BBRI saat terjadi tekanan jual di pasar. Kehadiran emiten besar yang masuk ke pasar untuk membeli sahamnya sendiri biasanya akan menciptakan sentimen positif yang dapat mendorong kenaikan harga.

Secara fundamental, pengurangan jumlah saham yang beredar akan membuat setiap lembar saham yang dimiliki investor menjadi lebih bernilai. Ketika laba bersih perusahaan tetap atau tumbuh, namun pembaginya (jumlah saham) mengecil, maka nilai EPS akan meningkat. Kenaikan EPS ini sering kali diikuti oleh kenaikan harga saham karena investor cenderung memberikan valuasi yang lebih tinggi pada perusahaan dengan pertumbuhan EPS yang sehat.

Namun, perlu dicatat bahwa investor tetap harus memperhatikan konteks yang lebih luas. Meskipun buyback adalah sentimen positif, investor juga harus tetap memantau kondisi makroekonomi, seperti tingkat suku bunga Bank Indonesia dan kondisi pertumbuhan kredit di sektor UMKM, yang merupakan tulang punggung bisnis BRI.

Menakar Fundamental BRI di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Langkah buyback ini juga harus dilihat dalam konteks kesehatan finansial BRI. Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada segmen mikro dan kecil, BRI telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir. Meskipun tantangan ekonomi global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar terus membayangi, kinerja intermediasi BRI tetap tumbuh positif.

Kapasitas BRI untuk melakukan buyback senilai Rp500 miliar menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan berada dalam kondisi yang sangat aman. Perusahaan memiliki ruang yang cukup luas untuk melakukan ekspansi kredit sekaligus menjalankan aksi korporasi untuk memperkuat struktur permodalan dan nilai pemegang saham.

Selain itu, kemampuan BRI dalam menjaga kualitas aset melalui pengendalian Non-Performing Loan (NPL) juga menjadi faktor kunci. Dengan manajemen risiko yang ketat, BRI mampu memastikan bahwa pertumbuhan kredit yang agresif tidak mengorbankan kesehatan bank. Hal inilah yang memberikan rasa aman bagi manajemen untuk mengambil langkah strategis seperti buyback saham.

Perbandingan Buyback dan Dividen: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia investasi, perusahaan biasanya memiliki dua cara utama untuk mengembalikan dana kepada pemegang saham: melalui dividen atau melalui buyback saham. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan sering kali dilakukan secara bergantian atau bersamaan.

Dividen memberikan aliran kas langsung kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Ini sangat disukai oleh investor yang mencari pendapatan tetap atau passive income. Di sisi lain, buyback saham tidak memberikan kas langsung, tetapi meningkatkan nilai aset investor melalui kenaikan harga saham dan peningkatan EPS. Banyak perusahaan besar memilih kombinasi keduanya untuk memenuhi berbagai preferensi investor.