DWJ Manajement - PORTAL

Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jun 2026
Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Peningkatan Biaya Logistik: Kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya pengangkutan barang dari produsen ke distributor, hingga sampai ke tangan konsumen akhir.

Kenaikan Harga Bahan Pangan: Sektor pertanian sangat bergantung pada energi, baik untuk penggunaan alat mesin pertanian maupun biaya distribusi hasil panen ke pasar-pasar urban.

Tekanan pada Sektor Manufaktur: Biaya energi yang tinggi dalam proses produksi memaksa perusahaan menaikkan harga jual produk mereka untuk menjaga margin keuntungan.

Ekspektasi Inflasi Masyarakat: Jika kenaikan harga energi terlihat persisten, masyarakat cenderung menaikkan ekspektasi inflasi mereka, yang dapat memicu perilaku konsumsi yang tidak stabil.

Jika inflasi tidak terkendali, daya beli masyarakat akan tergerus. Penurunan daya beli ini dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi nasional, karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu motor utama penggerak PDB Indonesia. Oleh karena itu, menjaga stabilitas harga menjadi prioritas utama dalam menjaga kesehatan ekonomi makro.

Langkah Antisipatif Bank Indonesia Menghadapi Ketidakpastian

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, Bank Indonesia telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan untuk memitigasi risiko. BI menekankan bahwa kebijakan moneter akan tetap diarahkan pada pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Pendekatan yang digunakan adalah kebijakan yang pro-stability namun tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Salah satu saluran utama transmisi ketidakpastian global ke ekonomi domestik adalah melalui nilai tukar. Ketegangan geopolitik sering kali memicu aliran modal keluar dari negara berkembang menuju aset aman (safe haven) seperti Dollar AS. Kondisi ini dapat menekan nilai tukar Rupiah. Jika Rupiah melemah secara signifikan, maka biaya impor bahan baku dan energi akan semakin mahal (imported inflation), yang akan memperparah inflasi domestik.