DWJ Manajement - PORTAL

Video: IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
Video: IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

Ketidakpastian Kebijakan Moneter Global (The Fed): Sikap investor asing sangat sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Selama narasi mengenai "higher for longer" (suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama) masih membayangi, investor global cenderung memilih untuk menyimpan aset mereka di instrumen yang lebih aman seperti US Treasury dibandingkan masuk ke pasar negara berkembang (emerging markets).

Penguatan Indeks Dolar AS (DXY): Kekuatan dolar AS yang terus menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Rupiah, membuat investor asing berpikir dua kali. Meskipun saham di Indonesia naik, jika nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar, maka keuntungan yang mereka dapatkan secara nominal dalam mata uang asing akan tergerus (currency loss).

Ketegangan Geopolitik Dunia: Konflik di berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga ketegangan di Asia Timur, menciptakan risiko sistemik yang tinggi. Dalam kondisi risiko tinggi, investor global cenderung melakukan "risk-off", yaitu menarik dana dari aset berisiko (seperti saham di pasar berkembang) dan memindahkannya ke aset aman (safe haven assets).

Perbandingan Yield Obligasi: Selisih (spread) antara imbal hasil obligasi negara berkembang dengan obligasi negara maju menjadi pertimbangan utama. Jika yield obligasi AS masih sangat menarik, maka daya tarik untuk masuk ke pasar ekuitas Indonesia secara relatif menjadi berkurang.

Analisis Sektoral: Penggerak di Balik Zona Hijau

Meskipun aliran dana asing sepi, kenaikan IHSG biasanya tidak terjadi secara merata di seluruh saham. Ada sektor-sektor tertentu yang mampu menggerakkan indeks meskipun tanpa bantuan besar dari asing. Fenomena ini sering kali disebut dengan penguatan yang didorong oleh sentimen sektoral atau aksi beli lokal pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip).

Sektor perbankan, sebagai penggerak utama IHSG, sering kali menjadi motor penggerak. Meskipun asing mungkin tidak melakukan akumulasi besar-besaran, pergerakan harga saham bank-bank besar sering kali dipicu oleh ekspektasi kinerja keuangan yang solid atau kebijakan dividen yang menarik, yang mana hal ini sangat diminati oleh investor institusi domestik.

Selain perbankan, sektor energi dan komoditas juga kerap memainkan peran penting. Fluktuasi harga komoditas global sering kali memberikan angin segar bagi emiten di sektor ini. Di sini, investor lokal sering kali lebih responsif terhadap pergerakan harga komoditas jangka pendek, yang kemudian mendorong kenaikan harga saham secara kolektif dan mengangkat indeks secara keseluruhan.

Strategi Menghadapi Kondisi Pasar yang 'Anomali"