Pertumbuhan Ekonomi: Merumuskan strategi agar belanja negara dan kebijakan moneter dapat bersama-sama menstimulus sektor riil tanpa memicu risiko ketidakstabilan keuangan.
Mitigasi Risiko Global: Membahas dampak ketegangan geopolitik dunia terhadap rantai pasok dan harga komoditas yang dapat berdampak langsung pada ekonomi domestik.
Tantangan Ekonomi Global yang Kian Kompleks
Langkah proaktif Kemenkeu dan BI ini dilakukan saat lanskap ekonomi dunia sedang mengalami pergeseran besar. Ketidakpastian mengenai kapan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat akan berakhir, konflik geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina, serta fluktuasi harga komoditas energi menjadi tantangan nyata bagi Indonesia.
Jika tidak dikelola dengan koordinasi yang apik, tekanan eksternal ini dapat memicu arus modal keluar (capital outflow) yang akan menekan nilai tukar Rupiah. Selain itu, kenaikan harga barang impor (imported inflation) dapat mengancam stabilitas harga di dalam negeri. Oleh karena itu, sinergi fiskal-moneter diharapkan mampu menjadi "bantalan" yang kuat bagi ekonomi nasional.
Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam berbagai kesempatan juga menekankan bahwa kebijakan moneter harus tetap berhati-hati (prudent) namun tetap fleksibel untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Dengan adanya komunikasi yang baik dari pihak Kementerian Keuangan mengenai proyeksi pendapatan dan belanja negara, Bank Indonesia dapat mengambil langkah moneter yang lebih presisi.
Peran KSSK dalam Stabilitas Sistem Keuangan
Sinergi antara Kemenkeu dan BI merupakan bagian integral dari kerja Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). KSSK, yang juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memiliki tugas berat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dari potensi krisis.
Kunjungan Suahasil ke Destry ini merupakan implementasi nyata dari semangat KSSK. Dengan mempererat hubungan di level pimpinan, diharapkan deteksi dini terhadap risiko sistemik dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini sangat penting agar pemerintah dan bank sentral dapat melakukan langkah pencegahan sebelum masalah ekonomi berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Beberapa manfaat dari penguatan koordinasi ini di antaranya adalah: