DWJ Manajement - PORTAL

Video: Putar Otak Pengusaha Mobil Bekas Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Oleh: DWJ-Manajement 11 Jul 2026
Video: Putar Otak Pengusaha Mobil Bekas Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Dalam bisnis mobil bekas, kunci utama keuntungan terletak pada kecepatan perputaran unit. Semakin cepat sebuah mobil terjual, semakin cepat modal kembali untuk membeli unit baru. Namun, dengan menurunnya permintaan, banyak pengusaha yang kini menghadapi masalah stok mengendap (dead stock). Stok yang terlalu lama di showroom tidak hanya memakan biaya perawatan, tetapi juga berisiko mengalami depresiasi harga yang lebih dalam.

3. Pengetatan Kriteria Kredit oleh Perusahaan Leasing

Tidak hanya konsumen yang kesulitan, perusahaan pembiayaan pun cenderung menjadi lebih selektif dalam memberikan kredit. Untuk meminimalisir risiko kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) di tengah ketidakpastian ekonomi, lembaga keuangan memperketat persyaratan pengajuan kredit. Hal ini semakin menyulitkan konsumen dengan profil risiko menengah-bawah untuk bisa memiliki kendaraan.

Strategi Jitu Pengusaha Mobil Bekas Menghadapi Badai Ekonomi

Menghadapi situasi yang tidak ideal ini, para pengusaha mobil bekas tidak tinggal diam. Mereka mulai melakukan berbagai penyesuaian strategi, mulai dari perubahan jenis produk yang dijual hingga optimalisasi kanal pemasaran. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang kini tengah digencarkan oleh para pelaku usaha:

Fokus pada Mobil Segmen Entry-Level: Mengingat daya beli yang menurun, permintaan terhadap mobil mewah atau kelas menengah ke atas mengalami penurunan. Sebagai gantinya, pengusaha mulai mengalihkan stok mereka ke mobil-mobil berkapasitas mesin kecil (LCGC) atau mobil keluarga dengan harga yang lebih terjangkau. Mobil di rentang harga Rp80 juta hingga Rp150 juta kini menjadi primadona karena cicilannya yang masih dianggap masuk akal oleh masyarakat.

Diversifikasi Layanan dan Produk: Beberapa pengusaha mulai merambah ke layanan pendukung seperti jasa perbaikan (workshop), perawatan rutin, hingga layanan jual-beli mobil dengan sistem tukar tambah (trade-in) yang lebih fleksibel untuk menarik minat pelanggan lama.

Digitalisasi Pemasaran Secara Agresif: Mengandalkan showroom fisik saja tidak lagi cukup. Pengusaha kini beralih ke platform digital, media sosial, dan marketplace otomotif untuk menjangkau calon pembeli yang lebih luas dengan biaya pemasaran yang lebih efisien.

Kolaborasi Erat dengan Lembaga Pembiayaan: Untuk memberikan solusi bagi konsumen, pengusaha bekerja sama dengan beberapa perusahaan leasing sekaligus guna menawarkan paket bunga atau skema cicilan yang paling kompetitif dan fleksibel.