Daya Tarik Saham: Dengan suku bunga yang stabil, instrumen saham menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap (seperti obligasi) yang imbal hasilnya tidak mengalami kenaikan.
Likuiditas Pasar: Penahanan suku bunga menjaga likuiditas di pasar tetap mengalir, yang pada gilirannya mendukung kenaikan harga saham secara keseluruhan.
Skenario Kedua: Jika Bank Indonesia Memutuskan Menaikkan BI Rate
Langkah menaikkan suku bunga biasanya merupakan tindakan defensif yang dilakukan BI untuk merespons tekanan eksternal, seperti penguatan dolar AS yang masif atau untuk mengantisipasi lonjakan inflasi. Meski terlihat "menyakitkan" bagi sebagian sektor, langkah ini seringkali diperlukan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.
Mengapa Rupiah Bisa Menguat?
Kenaikan BI Rate secara historis menjadi sentimen positif bagi nilai tukar Rupiah. Ketika suku bunga domestik naik, daya tarik aset keuangan dalam Rupiah (seperti obligasi pemerintah) akan meningkat di mata investor global.
Mekanisme penguatan Rupiah melalui kenaikan suku bunga meliputi:
Peningkatan Yield Obligasi: Kenaikan suku bunga akan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi domestik, yang memicu masuknya aliran modal asing (capital inflow).
Meningkatnya Permintaan Rupiah: Aliran modal asing yang masuk untuk membeli surat utang negara akan memaksa mereka menukarkan dolar ke Rupiah, yang secara otomatis memperkuat nilai tukar kita.
Stabilitas Psikologis: Kebijakan ini mengirimkan pesan kepada pasar bahwa Bank Indonesia berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Tekanan pada Pasar Modal dan Emiten
Namun, di sisi lain, kenaikan suku bunga seringkali menjadi "obat pahit" bagi pelaku pasar saham. IHSG umumnya akan mengalami tekanan koreksi jika BI Rate dinaikkan secara mengejutkan atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Faktor-faktor yang menekan IHSG dalam skenario ini adalah:
Kenaikan Cost of Fund: Perusahaan yang memiliki utang dalam jumlah besar akan menghadapi kenaikan beban bunga, yang secara langsung akan menggerus laba bersih perusahaan.
Pergeseran Aliran Dana: Investor cenderung memindahkan dana dari pasar saham ke pasar obligasi yang menawarkan imbal hasil lebih pasti dan aman seiring kenaikan suku bunga.
Penurunan Valuasi Saham: Dalam model penilaian saham (Discounted Cash Flow), kenaikan suku bunga akan meningkatkan tingkat diskonto, yang secara otomatis menurunkan nilai intrinsik saham.