DWJ Manajement - PORTAL

Video: Rupiah Nelangsa dan Tembus Rp 18.100 per USD, Apa Sebabnya?

Oleh: DWJ-Manajement 13 Jul 2026
Video: Rupiah Nelangsa dan Tembus Rp 18.100 per USD, Apa Sebabnya?

3. Aliran Modal Keluar (Capital Outflow) dari Pasar Berkembang

Selain faktor kebijakan luar negeri, arus keluar modal atau capital outflow menjadi penyebab teknis yang signifikan. Ketika investor asing menjual aset-aset mereka di Indonesia—baik itu dalam bentuk surat utang negara (SBN) maupun saham di Bursa Efek Indonesia—mereka harus menukarkan Rupiah mereka ke dalam Dolar AS untuk membawa pulang keuntungan atau mengamankan modal mereka. Proses konversi massal ini meningkatkan pasokan Rupiah di pasar dan menurunkan nilainya secara drastis.

Efek Domino bagi Ekonomi Domestik

Melemahnya Rupiah hingga ke level Rp 18.100 per Dolar AS bukan sekadar angka di layar monitor bursa. Dampak nyatanya akan dirasakan secara langsung oleh berbagai lapisan masyarakat dan pelaku ekonomi di Indonesia.

Ancaman Inflasi akibat Imported Inflation

Salah satu dampak yang paling ditakuti adalah terjadinya imported inflation atau inflasi yang berasal dari barang impor. Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku dan barang modal dari luar negeri untuk menggerakkan industri dalam negeri. Ketika Rupiah melemah, biaya untuk mendatangkan bahan baku tersebut menjadi jauh lebih mahal.

Beberapa sektor yang sangat rentan terhadap dampak ini antara lain:

Sektor Pangan: Bahan makanan tertentu yang masih harus diimpor akan mengalami kenaikan harga di pasar domestik.

Sektor Otomotif dan Elektronik: Komponen-komponen penting yang didatangkan dari luar negeri akan meningkatkan harga jual unit kendaraan dan gadget.

Sektor Farmasi: Bahan baku obat-obatan yang mayoritas masih impor akan memicu kenaikan harga obat di apotek.