DWJ Manajement - PORTAL

Video: Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG dan Rupiah Tertekan

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
Video: Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG dan Rupiah Tertekan

Perbedaan selisih imbal hasil (yield differential) antara aset domestik dengan aset di negara maju.

Kondisi ekonomi domestik yang dinilai masih dalam tahap konsolidasi.

Mengapa Investor Asing Memilih Keluar? Membedah Akar Permasalahan

Pertanyaan mendasar yang muncul di benak para analis adalah: apa sebenarnya yang membuat investor global merasa tidak nyaman menanamkan modalnya di Indonesia saat ini? Mengalirnya dana keluar bukanlah fenomena tunggal, melainkan hasil dari akumulasi berbagai faktor ekonomi global dan domestik yang saling berkelindan.

1. Kebijakan Suku Bunga The Fed dan "Higher for Longer"

Faktor paling dominan yang memengaruhi aliran modal di negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, adalah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan dalam durasi yang lebih lama atau dikenal dengan istilah "higher for longer" telah mengubah peta investasi global.

Ketika suku bunga di Amerika Serikat tetap tinggi, daya tarik aset berdenominasi Dollar AS meningkat secara drastis. Investor cenderung memindahkan modal mereka dari pasar negara berkembang yang berisiko tinggi ke pasar Amerika Serikat yang menawarkan imbal hasil tinggi dengan risiko yang relatif lebih terukur. Fenomena ini menciptakan tekanan jual pada aset-aset di Indonesia, karena investor mengejar keuntungan yang lebih pasti di pasar AS.

2. Eskalasi Ketegangan Geopolitik Dunia

Dunia saat ini tengah dilingkupi oleh ketidakpastian geopolitik yang tinggi, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga ketegangan di Eropa Timur. Dalam psikologi pasar, ketidakpastian geopolitik selalu memicu fenomena "risk-off". Dalam kondisi ini, investor akan menghindari aset-aset berisiko (seperti saham di pasar berkembang) dan beralih ke aset aman seperti emas atau Dollar AS.

Indonesia, sebagai bagian dari pasar berkembang, sering kali menjadi sasaran pertama dari aksi jual ini. Ketidakpastian mengenai jalur pasokan energi dunia dan gangguan rantai pasok global akibat konflik tersebut membuat investor memilih untuk "berlindung" di aset yang lebih stabil, yang secara otomatis menguras likuiditas di pasar modal kita.

3. Selisih Imbal Hasil (Yield Differential) yang Menyempit