DWJ Manajement - PORTAL

Video: Sentimen Perang dan The Fed Dorong Lonjakan Harga Minyak - Emas

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
Video: Sentimen Perang dan The Fed Dorong Lonjakan Harga Minyak - Emas

Kebijakan OPEC+: Selain faktor perang, keputusan negara-negara pengekspor minyak dalam mengatur kuota produksi turut memperkeruh kondisi pasar yang sudah tegang.

Jika konflik terus berlanjut dan meluas, tekanan terhadap harga minyak diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat. Hal ini berpotensi memicu inflasi energi secara global yang dapat berdampak pada biaya hidup masyarakat di seluruh dunia.

Emas sebagai Instrumen Safe-Haven di Tengah Badai Ketidakpastian

Di sisi lain, emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset pelindung nilai yang paling andal. Dalam sejarah ekonomi, emas selalu menjadi primadona ketika dunia dilanda ketidakpastian politik maupun ekonomi. Ketika kepercayaan terhadap mata uang kertas (fiat money) menurun akibat ketidakstabilan global, investor secara otomatis mengalihkan modal mereka ke logam mulia.

Lonjakan harga emas saat ini merupakan refleksi dari "fear index" atau indeks ketakutan yang meningkat di kalangan investor institusi. Emas dianggap tidak memiliki risiko gagal bayar dan nilainya cenderung stabil atau bahkan meningkat saat aset berisiko lainnya, seperti saham, mengalami penurunan tajam akibat perang.

Mengapa Emas Menjadi Pilihan Utama Investor?

Ada beberapa alasan fundamental mengapa emas tetap menjadi pilihan utama saat sentimen perang menguat:

Ketahanan terhadap Inflasi: Emas memiliki nilai intrinsik yang dianggap mampu menjaga daya beli ketika inflasi melonjak akibat kenaikan harga komoditas.

Diversifikasi Portofolio: Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, memiliki emas dalam portofolio dapat membantu mengurangi risiko kerugian total.

Korelasi Negatif dengan Risiko: Saat terjadi krisis geopolitik, aset berisiko biasanya dijual, dan dana tersebut mengalir ke emas, sehingga menciptakan tekanan beli yang kuat.