DWJ Manajement - PORTAL

Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas dan Layanan BPD

Oleh: DWJ-Manajement 09 Aug 2026
Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas dan Layanan BPD

Menjaga rasio kecukupan modal agar tetap berada dalam koridor regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Memitigasi risiko ketidakpastian ekonomi global yang dapat berdampak pada penarikan dana secara masif.

Mendukung program pemerintah dalam percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah.

Melalui optimalisasi mekanisme kerja sama dan penguatan unit bisnis, BPD diharapkan mampu menciptakan aliran dana (cash flow) yang lebih stabil dan berkelanjutan. Hal ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap transformasi digital yang lebih kompleks.

Tiga Pilar Utama Transformasi BPD Menurut ASBANDA

Untuk mencapai visi menjadi bank daerah yang modern dan kompetitif, ASBANDA merumuskan tiga pilar utama yang harus segera diakselerasi oleh seluruh anggota BPD di Indonesia. Ketiga pilar ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Kompeten

Teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan dampak optimal tanpa dukungan manusia yang mampu mengoperasikannya. ASBANDA menekankan bahwa tantangan terbesar BPD saat ini adalah kesenjangan kompetensi (skill gap) dalam menghadapi era digital banking. SDM perbankan saat ini dituntut tidak hanya paham mengenai manajemen risiko dan kepatuhan tradisional, tetapi juga harus memiliki literasi digital yang tinggi.

Investasi pada pelatihan, sertifikasi keahlian digital, serta manajemen talenta menjadi hal yang mendesak. BPD perlu mencetak kader-kader yang mampu memahami analisis data (data analytics), keamanan siber (cyber security), hingga pengalaman pengguna (user experience) agar layanan yang diberikan dapat bersaing dengan bank digital maupun fintech.

2. Akselerasi Layanan Digital dan Inovasi Teknologi