Perlindungan Investor: Meminimalisir kerugian akibat volatilitas yang tidak wajar pada saham-saham dengan likuiditas rendah.
Perspektif Sekuritas: Dilema Antara Keamanan dan Likuiditas
Menanggapi kebijakan perubahan kriteria ini, sejumlah pimpinan perusahaan sekuritas memberikan pandangannya. Dari kacamata pelaku industri sekuritas, kebijakan ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, kebijakan ini sangat baik untuk menjaga integritas pasar, namun di sisi lain, ada risiko penurunan likuiditas yang cukup signifikan.
Seorang pengamat dari industri sekuritas mengungkapkan bahwa perubahan kriteria ini akan berdampak langsung pada bagaimana para trader mengambil keputusan. Ketika sebuah saham masuk ke Papan Pemantauan Khusus dengan kriteria yang lebih ketat, psikologi pasar cenderung akan bereaksi negatif. Investor sering kali menganggap masuknya sebuah saham ke papan ini sebagai bentuk "hukuman" dari bursa, meskipun secara teknis itu adalah bentuk pengawasan.
Dampak Terhadap Likuiditas Saham
Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan oleh pihak sekuritas adalah menurunnya volume transaksi atau likuiditas pada saham-saham yang terdampak. Mekanisme perdagangan pada Papan Pemantauan Khusus, yang sering kali melibatkan Full Call Auction, membuat harga tidak terbentuk secara kontinu seperti pada papan reguler. Hal ini membuat investor sulit untuk melakukan eksekusi jual-beli pada harga yang mereka inginkan secara instan.
Bagi para scalper atau trader harian yang mengandalkan pergerakan harga cepat, saham-saham di papan ini menjadi kurang menarik. Akibatnya, aliran dana (flow of funds) cenderung akan berpindah ke saham-saham di Papan Utama atau Papan Pengembangan yang memiliki mekanisme perdagangan lebih konvensional dan likuiditas yang lebih terjaga.
Risiko Volatilitas dan Psikologi Pasar
Selain masalah likuiditas, perubahan kriteria ini juga memicu potensi volatilitas yang tidak terduga. Perubahan status sebuah saham dari papan reguler ke papan pemantauan khusus dapat memicu aksi jual masif (panic selling). Hal ini terjadi karena investor khawatir akan sulitnya menjual kembali saham mereka di masa depan atau kekhawatiran akan penurunan fundamental emiten yang lebih dalam.
Bagaimana Investor Harus Menyikapi Perubahan Ini?
Menghadapi perubahan aturan bursa, investor tidak boleh hanya sekadar pasif. Diperlukan strategi yang lebih matang untuk menavigasi pasar agar tetap profitabel namun tetap aman. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil oleh investor:
1. Melakukan Analisis Fundamental yang Lebih Mendalam