Keberadaan sesar aktif di daratan seperti di Surabaya-Madura memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan gempa yang bersumber dari laut (subduksi) yang seringkali terasa getarannya dalam skala luas, gempa yang bersumber dari sesar darat biasanya memiliki kedalaman yang dangkal. Gempa dangkal cenderung memiliki dampak kerusakan yang lebih kuat di area yang dekat dengan pusat gempa (episentrum).
Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Meskipun BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik, instansi ini juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan. Mitigasi bencana adalah kunci utama untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda saat bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Berikut adalah beberapa langkah mitigasi yang sangat disarankan oleh para ahli geologi dan BMKG untuk menghadapi potensi gempa bumi:
Pahami Struktur Bangunan: Pastikan bangunan tempat tinggal atau kantor telah memenuhi standar tahan gempa. Jika memungkinkan, lakukan penguatan pada struktur bangunan yang sudah ada.
Siapkan Tas Siaga Bencana (TSB): Setiap rumah tangga disarankan memiliki satu tas yang berisi kebutuhan darurat untuk setidaknya 3 hari, seperti air minum, makanan instan, obat-obatan pribadi, senter, peluit, dokumen penting, dan pakaian ganti.
Kenali Jalur Evakuasi: Ketahui di mana letak pintu keluar darurat dan titik kumpul aman di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat kerja.
Lakukan Simulasi Mandiri: Praktikkan prosedur "Drop, Cover, and Hold On" (Merunduk, Berlindung, dan Bertahan) untuk melatih refleks saat guncangan terjadi.
Pantau Informasi Resmi: Jangan mudah percaya pada pesan berantai di WhatsApp atau media sosial yang tidak mencantumkan sumber kredibel. Selalu pantau kanal resmi BMKG melalui aplikasi atau media sosial resmi mereka.