Visi Besar Aida S. Budiman: Dorong Bank Indonesia Jadi Bank Sentral Terbaik di Negara Berkembang
JAKARTA – Dinamika ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian menuntut institusi otoritas moneter untuk terus bertransformasi dan memperkuat fondasi kebijakan. Dalam konteks ini, calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, mencetuskan sebuah visi ambisius untuk membawa Bank Indonesia naik kelas ke level internasional.
Aida memaparkan visi besarnya untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai bank sentral terbaik di antara negara-negara berkembang atau emerging economies. Visi ini bukan sekadar pencapaian prestise, melainkan sebuah strategi komprehensif untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Transformasi BI Menuju Standar Global di Emerging Economies
Dalam pemaparannya, Aida menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di kawasan negara berkembang. Namun, untuk mencapai posisi tersebut, Bank Indonesia harus mampu menunjukkan performa yang unggul dalam pengelolaan kebijakan moneter, makroprudensial, maupun sistem pembayaran.
Menjadi yang terbaik di antara emerging economies berarti BI harus memiliki kemampuan mitigasi risiko yang lebih cepat dan akurat dibandingkan bank sentral negara lain dalam kelompok ekonomi yang sama. Hal ini mencakup kemampuan dalam merespons fluktuasi nilai tukar, mengendalikan inflasi, hingga menjaga ketahanan sistem keuangan dari guncangan eksternal seperti kebijakan suku bunga negara maju.
Menurut Aida, Bank Indonesia perlu memperkuat kapabilitas institusionalnya agar tidak hanya menjadi pengamat dalam dinamika ekonomi global, tetapi juga menjadi pemain yang mampu memberikan arah kebijakan yang kredibel dan dipercaya oleh investor domestik maupun mancanegara. Kredibilitas inilah yang akan menjadi jangkar utama dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap Rupiah.
Pilar Utama: Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan
Salah satu tantangan klasik yang dihadapi oleh setiap bank sentral adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi. Aida menyadari betul bahwa kebijakan yang terlalu ketat dapat menghambat pertumbuhan, sementara kebijakan yang terlalu longgar dapat memicu inflasi yang tidak terkenddi.
Untuk mengatasi dilema tersebut, Aida mengusung beberapa poin strategis yang akan menjadi fokus utamanya jika terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior: