DWJ Manajement - PORTAL

Wamen LH Sebut Gerak Hijau 2026 Wujud Nyata Kolaborasi Bangun RI Lebih Hijau

Oleh: DWJ-Manajement 26 Jul 2026
Wamen LH Sebut Gerak Hijau 2026 Wujud Nyata Kolaborasi Bangun RI Lebih Hijau

Wamen LH Diaz Faisal: Gerak Hijau 2026 Adalah Wujud Nyata Kolaborasi untuk Indonesia yang Lebih Berkelanjutan

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global yang kian mendesak. Melalui inisiatif "Gerak Hijau 2026", pemerintah menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan sekadar tugas satu lembaga, melainkan sebuah gerakan kolektif yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal, menegaskan bahwa keberhasilan visi Indonesia yang lebih hijau di tahun 2026 sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat luas. Ia menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda lagi.

“Gerak Hijau 2026 bukan sekadar slogan atau agenda tahunan, melainkan wujud nyata dari komitmen kita untuk membangun fondasi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang solid,” ujar Diaz Faisal dalam sebuah kesempatan diskusi mengenai lingkungan hidup baru-baru ini.

Pentingnya Sinergi Lintas Sektor dalam Menghadapi Krisis Iklim

Dalam pandangan pemerintah, tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini sangatlah kompleks. Mulai dari emisi karbon yang tinggi, pengelolaan limbah, hingga degradasi lahan memerlukan solusi yang komprehensif. Oleh karena itu, pendekatan tunggal dari sisi regulasi tidak akan cukup tanpa adanya dukungan dari implementasi di lapangan oleh pelaku industri dan kesadaran masyarakat.

Diaz Faisal menjelaskan bahwa Gerak Hijau 2026 dirancang untuk menjadi katalisator yang mempertemukan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Indonesia sedang berada dalam masa transisi penting, di mana pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan atau sustainability.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam penguatan kolaborasi ini meliputi:

Integrasi Kebijakan: Menyelaraskan regulasi pusat dan daerah untuk mendukung program dekarbonisasi.

Inovasi Teknologi: Mendorong sektor industri untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan guna mengurangi jejak karbon.