Kedua, bagi investor ritel, ETF Emas memberikan kemudahan akses. Investor dapat membeli dan menjual kepemilikan emas melalui aplikasi sekuritas layaknya membeli saham. Hal ini sangat relevan dengan tren digitalisasi keuangan yang sedang masif di Indonesia, di mana generasi milenial dan Gen Z lebih menyukai investasi yang praktis dan dapat dilakukan secara digital.
Ketiga, secara makroekonomi, penguatan ekosistem emas ini dapat membantu stabilitas aliran modal masuk (capital inflow) ke Indonesia. Dengan produk investasi yang bervariasi dan kompetitif, investor asing akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menempatkan modalnya di pasar keuangan Indonesia.
Perbandingan: Investasi Emas Fisik vs ETF Emas
Bagi masyarakat yang masih ragu untuk beralih ke instrumen baru, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara memegang emas fisik dengan berinvestasi melalui ETF. Berikut adalah ringkasannya:
Fitur
Emas Fisik (Logam Mulia)
ETF Emas
Penyimpanan
Harus disimpan sendiri (brankas/SDB)
Dikelola secara profesional oleh kustodian
Likuiditas
Perlu menjual ke toko emas/pegadaian