DWJ Manajement - PORTAL

Wamenkomdigi Beri Kisi-kisi Skema Komisi Ojol Antar Makanan dan Barang

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Wamenkomdigi Beri Kisi-kisi Skema Komisi Ojol Antar Makanan dan Barang

Wamenkomdigi Beri Isyarat Atur Skema Komisi Ojol Pengantaran Makanan dan Barang

Pemerintah tengah mengkaji regulasi baru untuk menyeimbangkan kesejahteraan mitra pengemudi dan keberlanjutan bisnis platform digital.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan sinyal kuat akan adanya intervensi regulasi terkait struktur biaya dalam industri jasa pengantaran berbasis aplikasi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memberikan kisi-kisi mengenai skema komisi bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) yang bergerak di sektor pengantaran makanan dan barang.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika ekonomi digital yang semakin kompleks, di mana terdapat ketegangan antara kebutuhan platform untuk tetap profitabel, tuntutan kesejahteraan mitra pengemudi, dan harapan konsumen akan harga yang terjangkau. Isu besaran potongan atau komisi yang diambil oleh perusahaan aplikator menjadi titik sentral dalam perdebatan ini.

Menakar Keseimbangan Ekosistem Digital

Dalam keterangannya, Nezar Patria menek?n bahwa pemerintah tidak ingin mematikan inovasi teknologi yang telah berkembang pesat di Indonesia. Namun, di sisi lain, perlindungan terhadap tenaga kerja di sektor ekonomi gig (gig economy) harus menjadi prioritas utama. Skema komisi yang selama ini berjalan dinilai perlu dievaluasi agar tercipta keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Nezar, pembagian hasil atau komisi antara perusahaan penyedia aplikasi dengan mitra pengemudi harus memiliki standar yang masuk akal. Jika potongan terlalu besar, mitra pengemudi akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari meski volume pekerjaan tinggi. Sebaliknya, jika tidak ada perhitungan yang matang, keberlanjutan model bisnis platform digital juga dapat terancam.

“Kami sedang melihat bagaimana skema ini dapat berjalan secara adil. Fokusnya adalah pada transparansi dan proporsionalitas,” ujar Nezar saat menjelaskan arah kebijakan Komdigi ke depan.

Titik Krusial: Potongan Komisi dan Kesejahteraan Driver

Persoalan komisi ojol bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menyangkut napas ekonomi jutaan masyarakat Indonesia. Selama ini, keluhan mengenai besarnya potongan yang dilakukan oleh aplikator seringkali memicu aksi protes dari para mitra pengemudi. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam pembahasan skema ini meliputi:

Transparansi Potongan: Driver menuntut agar setiap rincian potongan, baik dari biaya jasa maupun biaya layanan, dapat diketahui secara jelas dan tidak tersembunyi dalam algoritma aplikasi.