DWJ Manajement - PORTAL

Wamenkomdigi Ingatkan Orang Tua Waspadai Risiko Penggunaan AI Berlebihan pada Anak

Oleh: DWJ-Manajement • 19 Oct 2026
Wamenkomdigi Ingatkan Orang Tua Waspadai Risiko Penggunaan AI Berlebihan pada Anak

Wamenkomdigi Ingatkan Orang Tua Waspadai Risiko Penggunaan AI Berlebihan pada Anak

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Jakarta - Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan dan hiburan anak-anak. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi ini menyimpan tantangan serius bagi pola asuh di era digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, memberikan peringatan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak menggunakan teknologi AI secara berlebihan tanpa pengawasan ketat.

Dampak Negatif Penggunaan AI Tanpa Kontrol

Menurut Nezar, penggunaan AI yang tidak terkendali dapat memengaruhi kemampuan kognitif dan kreativitas anak secara signifikan. Ketergantungan pada jawaban instan yang diberikan oleh mesin berisiko mengikis kemampuan berpikir kritis anak sejak dini.

Anak-anak yang terlalu sering mengandalkan AI dikhawatirkan akan kehilangan proses belajar yang natural. Alih-alih berusaha memecahkan masalah, mereka cenderung mencari jalan pintas melalui teknologi.

Beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai oleh orang tua meliputi:

Penurunan kemampuan pemecahan masalah secara mandiri.

Risiko paparan informasi yang tidak akurat atau hasil "halusinasi" AI.

Ketergantungan mental yang dapat menghambat perkembangan kreativitas orisinal.

Potensi berkurangnya interaksi sosial secara langsung.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Literasi Digital

Nezar menekankan bahwa teknologi seharusnya diposisikan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti otak manusia. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat krusial dalam menjembatani penggunaan teknologi ini di dalam rumah.

Orang tua disarankan untuk memberikan edukasi mengenai literasi digital sejak dini. Hal ini sangat penting agar anak mampu membedakan mana informasi yang valid dan mana yang sekadar dihasilkan oleh algoritma mesin.

Langkah Mitigasi bagi Keluarga

Sebagai langkah pencegahan, orang tua dapat mulai menerapkan batasan waktu penggunaan perangkat digital atau screen time. Pendampingan saat anak mengeksplorasi teknologi baru juga sangat dianjurkan.

Dengan pengawasan yang tepat, teknologi AI dapat tetap menjadi sarana edukasi yang bermanfaat tanpa harus merusak proses tumbuh kembang anak.

Kesimpulan: Meskipun teknologi AI menawarkan kemudahan luar biasa dalam proses belajar, penggunaan yang berlebihan pada anak dapat berdampak buruk pada kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Pengawasan aktif serta penguatan literasi digital dari orang tua adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan ini.

Menampilkan Seluruh Artikel