Wilayah Kalimantan: Sebagian wilayah Kalimantan bagian tengah dan utara berpotensi diguyur hujan yang disertai angin kencang.
Wilayah Sulawesi: Beberapa area di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara masuk dalam radar potensi hujan lebat.
Wilayah Nusa Tenggara: Meskipun sebagian besar kering, beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi mengalami hujan lokal.
Wilayah Maluku dan Papua: Sebagian wilayah di Maluku dan Papua diprediksi akan mengalami hujan dengan durasi yang lebih lama dibandingkan wilayah lainnya.
Catatan: Masyarakat diimbau untuk terus melakukan pembaruan informasi secara berkala melalui aplikasi resmi BMKG atau kanal media sosial resmi mereka, mengingat cuaca dapat berubah sewaktu-waktu dalam hitungan jam.
Mengapa Hujan Lokal Bisa Terjadi di Musim Kering?
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa hujan masih bisa turun dengan lebat padahal kondisi cuaca secara umum sedang kering? Secara ilmiah, fenomena ini dapat dijelaskan melalui beberapa faktor meteorologi.
1. Proses Konveksi Lokal
Panas matahari yang sangat terik di siang hari menyebabkan pemanasan permukaan bumi yang ekstrem. Udara di dekat permukaan tanah akan memanas dan naik ke atmosfer (proses konveksi). Jika kelembapan udara di lapisan tertentu mencukupi, uap air tersebut akan terkondensasi menjadi awan Cumulonimbus yang sangat besar, yang kemudian menjatuhkan hujan lebat dalam waktu singkat.
2. Pengaruh Suhu Permukaan Laut
Indonesia adalah negara kepulauan. Suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia berperan besar dalam menyuplai uap air ke atmosfer. Meskipun di daratan terasa kering, suplai uap air dari laut tetap dapat memicu pembentukan awan hujan di wilayah pesisir maupun pulau-pulau kecil.
3. Faktor Topografi