Waspada! PHP Versi Lawas Ancam Keamanan Situs Pemerintah dan Korporasi di Indonesia
Laporan Vaksincom ungkap hampir 70 persen server di tanah air berisiko tinggi akibat penggunaan versi perangkat lunak yang sudah kedaluwarsa.
Ancaman keamanan siber di Indonesia kembali memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Sebuah riset terbaru menunjukkan adanya kerentanan besar pada infrastruktur digital yang digunakan secara luas di tanah air.
Laporan yang dirilis oleh perusahaan keamanan siber, Vaksincom, menyoroti penggunaan perangkat lunak yang sudah tidak layak pakai. Hal ini menciptakan celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Kerentanan Masif pada Server di Indonesia
Berdasarkan data hasil riset tersebut, ditemukan fakta bahwa sebanyak 69,6 persen server di Indonesia berada dalam kondisi rentan. Kerentanan ini disebabkan oleh penggunaan versi PHP yang telah mencapai status End-of-Life (EOL).
Status EOL berarti versi PHP tersebut sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan (*security patch*) dari pengembang resminya. Tanpa adanya pembaruan, celah keamanan yang ditemukan akan tetap terbuka selamanya.
Kondisi ini memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi peretas untuk melakukan berbagai serangan, mulai dari pencurian data hingga perusakan sistem secara keseluruhan.