DWJ Manajement - PORTAL

WIKA Punya 71 Proyek Rp 40 T, Tapi Laba Tergerus Bunga-Piutang Macet

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
WIKA Punya 71 Proyek Rp 40 T, Tapi Laba Tergerus Bunga-Piutang Macet

2. Tantangan Piutang Macet dan Arus Kas

Masalah kedua yang tidak kalah pelik adalah persoalan piutang. Dalam industri konstruksi, sering terjadi jeda waktu yang cukup lama antara selesainya sebuah tahapan pekerjaan dengan pembayaran yang diterima dari pemberi kerja (client). Ketika pembayaran ini mengalami keterlambatan atau bahkan macet, perusahaan akan mengalami kendala likuiditas yang serius.

Piutang macet berdampak pada dua sisi:

Gangguan Arus Kas (Cash Flow): Perusahaan membutuhkan uang tunai untuk membayar gaji karyawan, vendor, dan membeli material. Jika uang tertahan di piutang, WIKA terpaksa mencari pinjaman baru untuk menutupi kebutuhan operasional tersebut, yang kemudian memicu beban bunga lebih tinggi lagi.

Penyisihan Kerugian: Secara akuntansi, piutang yang diragukan tertagih harus dicatatkan sebagai beban penyisihan kerugian penurunan nilai, yang secara langsung memotong angka laba bersih dalam laporan rugi laba.

Strategi Pemulihan: Fokus pada Penagihan dan Penguatan Finansial

Menyadari kondisi tersebut, PT Wijaya Karya tidak tinggal diam. Perusahaan telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki struktur keuangan dan memastikan keberlanjutan bisnis. Fokus utama manajemen saat ini adalah melakukan restrukturisasi keuangan dan penguatan manajemen arus kas.

Berikut adalah beberapa langkah strategis yang sedang dijalankan oleh WIKA:

Optimalisasi Penagihan Piutang: WIKA tengah memperketat proses penagihan kepada para mitra kerja dan memastikan setiap progres pekerjaan dapat segera dikonversi menjadi arus kas masuk.