Di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat, terutama terkait pembatasan akses terhadap chip semikonduktor canggih, kehadiran Xi Jinping merupakan pesan perlawanan. China ingin menunjukkan bahwa mereka sedang membangun ekosistem yang mandiri dan tidak akan mudah lumpuh oleh sanksi teknologi dari negara Barat.
2. Integrasi AI ke Dalam Ekonomi Riil
Pemerintah China tengah mendorong apa yang mereka sebut sebagai "kekuatan produktif baru" (new quality productive forces). Melalui WAIC 2026, Beijing ingin memperlihatkan bagaimana AI dapat diimplementasikan secara langsung di sektor manufaktur, otomotif, kesehatan, hingga manajemen kota pintar (smart city) untuk mendongkrak efisiensi ekonomi nasional.
3. Kepemimpinan Standar Global
Bukan hanya soal teknologi, China juga ingin memainkan peran dalam pembentukan standar etika dan regulasi AI dunia. Dengan menjadi tuan rumah ajang sebesar WAIC, China berupaya agar suara mereka lebih didengar dalam perumusan aturan main penggunaan AI secara global, sehingga tidak hanya didikte oleh standar dari Amerika Serikat atau Uni Eropa.
Bidang Utama yang Menjadi Fokus Pengembangan China
Berdasarkan arah kebijakan pemerintah pusat, terdapat beberapa sektor krusial yang akan menjadi sorotan utama dalam ajang WAIC 2026 mendatang. China tidak hanya fokus pada perangkat lunak, tetapi juga pada penguatan infrastruktur kerasnya.
Pengembangan Model Bahasa Besar (LLM) Lokal: China terus berupaya menciptakan model AI yang tidak hanya cerdas secara bahasa, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap konteks budaya dan nilai-nilai lokal, guna mengurangi ketergantungan pada model seperti GPT dari OpenAI.
Semikonduktor dan Infrastruktur Komputasi: Fokus utama adalah menciptakan kemandirian dalam produksi chip AI tingkat tinggi. Tanpa chip yang mumpuni, pengembangan AI akan terhambat, sehingga investasi besar-besaran sedang dialirkan ke sektor fabrikasi chip domestik.
Robotika dan Otomasi Industri: Mengintegrasikan AI ke dalam robotika tingkat lanjut untuk mendukung sektor manufaktur pintar, yang bertujuan untuk mengatasi masalah penuaan populasi dan kekurangan tenaga kerja di masa depan.