DWJ Manajement - PORTAL

Zulhas Minta Maaf Program MBG dan Kopdes Belum Berhasil: Banyak Maling

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Zulhas Minta Maaf Program MBG dan Kopdes Belum Berhasil: Banyak Maling

Tata Kelola Koperasi: Lemahnya pengawasan terhadap manajemen koperasi di tingkat desa yang memicu ketidakpercayaan masyarakat.

Sinkronisasi Data: Ketidaksiapan data penerima manfaat yang seringkali menyebabkan distribusi tidak tepat sasaran.

"Banyak Maling": Peringatan Keras Terhadap Kebocoran Anggaran

Istilah "banyak maling" yang dilontarkan oleh Zulkifli Hasan bukan sekadar kiasan. Hal ini merujuk pada fenomena kebocoran anggaran dan penyalahgunaan wewenang dalam rantai pasok (*supply chain*) program pangan. Dalam program skala besar seperti Makan Bergizi Gratis, kebocoran sekecil apa pun dapat berdampak fatal pada kualitas nutrisi yang diterima oleh anak-anak.

Zulhas mengisyaratkan bahwa meskipun pemerintah telah menyiapkan anggaran yang besar, efektivitasnya seringkali tergerus oleh praktik-praktik koruptif di tingkat lokal maupun dalam proses pengadaan barang dan jasa. Hal ini menjadi tantangan berat bagi kementerian koordinator untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.

Pernyataan ini juga menjadi sinyal bagi aparat penegak hukum untuk lebih memperketat pengawasan terhadap distribusi pangan nasional. Pemerintah menyadari bahwa tanpa sistem pengawasan yang ketat, program unggulan ini akan terus dihantui oleh risiko penggelapan dana dan manipulasi stok pangan.

Upaya Pemerintah Memperbaiki Sistem

Menanggapi kegagalan dan temuan adanya "maling" tersebut, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan akan melakukan langkah-langkah perbaikan menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah membangun sistem transparansi yang lebih kuat.

Beberapa langkah strategis yang tengah disiapkan antara lain:

Digitalisasi Distribusi: Penggunaan teknologi untuk melacak aliran dana dan distribusi bahan pangan secara real-time guna meminimalisir celah manipulasi.

Penguatan Pengawasan Lapangan: Menambah personel dan instansi pengawas untuk memantau langsung pelaksanaan program di tingkat desa dan sekolah.