DWJ Manajement - PORTAL

1.000 BUMN Bakal Disusutkan Jadi 250, Tak Boleh Lagi Palugada!

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
1.000 BUMN Bakal Disusutkan Jadi 250, Tak Boleh Lagi Palugada!

Ketidakefektifan Operasional: Manajemen seringkali terdistraksi oleh urusan operasional harian di berbagai sektor yang berbeda, sehingga kehilangan visi jangka panjang.

Strategi Fokus pada Bisnis Inti dan Sektor Strategis

Setelah proses perampingan selesai, pemerintah menargetkan sekitar 250 hingga 300 BUMN yang tersisa adalah perusahaan-perusahaan yang benar-benar memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan menyediakan layanan publik yang esensial. BUMN yang tersisa ini akan diarahkan untuk menjadi pemimpin pasar di sektor masing-masing.

Pemerintah akan melakukan pemetaan ulang terhadap aset-aset negara. Perusahaan yang dianggap tidak memiliki nilai strategis atau tidak mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara akan dilepaskan, dilebur (merger), atau dikelola melalui skema lain yang lebih efisien. Fokus utama akan diberikan pada sektor-sektor seperti:

Energi dan Sumber Daya Alam

Infrastruktur dan Transportasi

Ketahanan Pangan

Keuangan dan Perbankan

Teknologi dan Komunikasi

Memperkuat Sinergi dengan Sektor Swasta

Salah satu poin krusial dalam strategi baru ini adalah perubahan paradigma hubungan antara BUMN dan swasta. Jika sebelumnya BUMN seringkali terlihat mencoba mendominasi semua lini bisnis dan bersaing secara tidak sehat dengan pelaku usaha swasta, ke depannya pemerintah ingin menciptakan ekosistem kolaborasi.

BUMN diharapkan tidak lagi menjadi pemain tunggal yang mencoba menguasai pasar, melainkan menjadi mitra strategis bagi sektor swasta. Kerja sama antara BUMN dan swasta akan diperkuat melalui skema Public-Private Partnership (PPP) atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan cara ini, pemerintah dapat mengurangi beban APBN dalam membiayai proyek-proyek besar, sementara swasta dapat membawa inovasi dan efisiensi ke dalam proyek strategis nasional.