Dorong Kedaulatan Nasional, 150 Peneliti BRIN Paparkan Riset Strategis Nuklir hingga Antariksa kepada Presiden Prabowo
JAKARTA - Langkah besar menuju kemandirian teknologi dan sains nasional mulai menunjukkan sinyal kuat. Sebanyak 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo Subianto untuk memaparkan berbagai hasil riset mutakhir yang diharapkan mampu menjawab tantangan fundamental bangsa.
Pertemuan ini bukan sekadar audiensi formal, melainkan sebuah upaya sinkronisasi antara dunia sains dengan kebijakan strategis negara. Para peneliti membawa beragam portofolio riset yang mencakup sektor-sektor vital, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan energi nuklir, hingga teknologi eksplorasi antariksa.
Fokus utama dari pemaparan tersebut adalah bagaimana hasil laboratorium dan temuan ilmiah dapat ditransformasikan menjadi solusi nyata di lapangan, guna memecahkan persoalan kompleks yang sedang dihadapi Indonesia, baik dalam skala domestik maupun dalam persaingan global.
Sains sebagai Fondasi Kebijakan Strategis Negara
Dalam pertemuan tersebut, para peneliti menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah (*evidence-based policy*). Dengan keterlibatan 150 pakar dari berbagai disiplin ilmu, BRIN mencoba memetakan peta jalan (*roadmap*) teknologi Indonesia untuk beberapa dekade ke depan.
Presiden Prabowo menyambut baik inisiatif ini, menyadari bahwa kekuatan sebuah negara di masa depan tidak hanya diukur dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari kemampuan mengelola teknologi dan inovasi. Sinergi antara pemerintah dan komunitas ilmiah menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut antara lain:
Transformasi Sektor Pangan: Pengembangan benih unggul dan teknologi pertanian presisi untuk menghadapi perubahan iklim.