Kedaulatan Energi: Optimalisasi energi nuklir sebagai alternatif energi bersih dan stabil untuk transisi energi nasional.
Teknologi Antariksa: Pemanfaatan satelit untuk pengawasan wilayah kedaulatan, konektivitas digital, dan mitigasi bencana.
Keamanan Nasional: Integrasi riset material maju dan teknologi pertahanan untuk memperkuat alutsista dalam negeri.
Ketahanan Pangan: Mengatasi Krisis Melalui Inovasi Bioteknologi
Salah satu isu yang paling mendesak adalah ketahanan pangan. Mengingat fluktuasi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, para peneliti BRIN memaparkan hasil riset mengenai rekayasa genetika tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan dan hama. Hal ini menjadi sangat relevan dengan program pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Selain benih, teknologi dalam manajemen sumber daya air dan optimalisasi lahan marginal juga menjadi materi yang disampaikan. Dengan pendekatan sains, diharapkan produktivitas pertanian nasional dapat meningkat secara signifikan tanpa harus bergantung pada impor bahan pangan dari luar negeri.
Energi Nuklir: Menuju Transisi Energi yang Stabil
Isu energi menjadi agenda yang sangat menarik perhatian dalam pertemuan tersebut. Di tengah tuntutan global untuk melakukan transisi dari energi fosil ke energi bersih (*Net Zero Emission*), riset mengenai teknologi nuklir menjadi sangat krusial. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan reaktor nuklir generasi terbaru yang lebih aman dan efisien.
Para peneliti menjelaskan bahwa nuklir dapat menjadi penyangga (*baseload*) energi yang stabil, melengkapi energi terbarukan lainnya seperti surya dan angin yang bersifat intermiten (tidak stabil). Pemaparan ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah bagi pemerintah dalam merumuskan regulasi mengenai penggunaan energi nuklir untuk kepentingan sipil, mulai dari pembangkit listrik hingga aplikasi di bidang kesehatan dan industri.