DWJ Manajement - PORTAL

25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
25 Merek Beras Fortifikasi Dinyatakan Tak Sesuai Standar

Periksa Izin Edar: Pastikan produk memiliki nomor registrasi resmi dari BPOM atau instansi terkait lainnya yang tertera jelas pada kemasan.

Cermati Label Informasi Nilai Gizi: Bandingkan klaim nutrisi pada kemasan dengan standar umum. Jika ada klaim yang terdengar terlalu muluk namun tidak memiliki dasar ilmiah, patut diwaspadai.

Perhatikan Kondisi Kemasan: Hindari membeli beras dengan kemasan yang rusak, bocor, atau telah dibuka sebelumnya, karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi di dalamnya.

Pantau Informasi Resmi Pemerintah: Selalu update informasi melalui kanal resmi pemerintah untuk mengetahui daftar produk yang sedang dalam masa penarikan atau peringatan.

Pilih Merek yang Terpercaya: Utamakan membeli produk dari produsen yang memiliki reputasi baik dan telah memiliki sertifikasi standar mutu seperti SNI (Standar Nasional Indonesia).

Peran Sinergi Antarlembaga dalam Pengawasan Pangan

Kasus 25 merek beras ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BPOM, dan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan pasar. Pengawasan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah ada laporan, tetapi harus bersifat proaktif melalui pengujian sampel secara berkala di lapangan (market surveillance).

Pemerintah juga diharapkan dapat memberikan edukasi yang lebih masif kepada para pelaku usaha, terutama produsen skala menengah, mengenai pentingnya kepatuhan terhadap standar fortifikasi. Seringkali, ketidaksesuaian terjadi bukan karena kesengajaan untuk menipu, melainkan karena keterbatasan teknologi atau kurangnya pemahaman terhadap regulasi terbaru.

Kesimpulan

Temuan 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar merupakan peringatan serius bagi sektor pangan nasional. Penarikan produk secara massal merupakan langkah preventif yang tepat untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pemenuhan gizi nasional. Bagi produsen, kejadian ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali seluruh rantai produksi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara bagi konsumen, kewaspadaan dan ketelitian dalam memilih produk pangan adalah kunci utama dalam menjaga kualitas konsumsi harian demi kesehatan jangka panjang.